Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU dari empat tujuan nasional sebagaimana disebutkan dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 adalah 'mencerdaskan kehidupan bangsa'. Singkatnya, bangsa Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan kualitas dari sumber daya manusia (SDM).
Bermodalkan rakyat cerdas ditambah dengan jiwa pancasila serta kekayaan sumber daya alam luar biasa, Indonesia sejatinya memiliki kualifikasi sebagai negara maju nan adidaya. Berdasarkan laporan Bank Dunia, indeks SDM Indonesia memang meningkat mulai 0,53 (2018) menjadi 0,54 (2020). Kendati demikian, secara faktual kualitas SDM kita masih belum menjadi yang terbaik, setidaknya di kawasan ASEAN. Di kawasan ini, Indonesia masih tertinggal dari Singapura (0,88), Vietnam (0,69), Malaysia (0,61), Brunei Darussalam (0,63), dan Thailand (0,61). Dari 174 negara yang disurvei Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat 87, atau masih berada di kelas menengah bawah.
Dengan kekayaan yang melimpah ruah dan luasnya wilayah Indonesia, tentunya Ibu Pertiwi membutuhkan manusia unggul untuk mengelola kekayaaannya yang sangat melimpah ruah. Selain itu juga meningkatkan derajat Indonesia sekaligus mempertahankan kualitas SDM rakyat untuk 50-100 tahun ke depan.
Saya tidak menulis tentang tataran mikro atau bagaimana rinci untuk mengembangkan kualitas SDM di negeri kita tercinta ini. Segenap rakyat Indonesia harus menerima kenyataan bahwa kita memang bukanlah negara maju dengan kualitas SDM luar biasa. Menerima realita adalah kunci dari langkah selanjutnya, yaitu memiliki semangat untuk menambal kekurangan dan maju ke peringkat lebih baik lagi.
Mental demikian haruslah terpatri dalam hati dan pikiran segenap rakyat Indonesia. Sekarang kita boleh tertinggal. Tapi segera bangkit menjadi yang terbaik, dan tidak akan minder kepada bangsa lain. Seperti itulah poin yang harus tertanam, dipraktikkan, dan diwariskan ulang kepada generasi selanjutnya.
Namun, kita membutuhkan pejuang yang memiliki dan mempraktikkan mentalitas di atas. Karena tentu saja harus ada contoh teladan agar semua insan Indonesia terinspirasi dan kemudian memiliki mentalitas yang sama. Hemat penulis, aparatur sipil negara (ASN) adalah pihak yang sangat ideal menjadi contoh dan teladan untuk mengimplementasikan mentalitas kebangkitan SDM Indonesia.
Bayangkan jika setiap ASN yang sudah berintegritas dengan pengucapan sumpah janjinya, lalu memiliki mentalitas haus akan belajar terhadap hal baru dan keterampilan baru sekaligus juga menguasainya. Penulis sangat yakin semua rakyat Indonesia tidak hanya akan bangga terhadap kualitas mereka, tetapi juga terinspirasi dan ikut mempraktikannya. Sebagai abdi negara, ASN tentunya juga memiliki satu tanggung jawab moral untuk, setidaknya, terus meng-up grade dirinya sendiri dalam periode revolusi industri 4.0.
Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing tak akan pernah tuntas selama akses pendidikan anak usia dini (PAUD) masih timpang.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
Penguatan budaya kerja melalui program New Working Culture dan pembentukan Komite Transformasi Bisnis sebagai kunci agar semua proses organisasi berjalan adaptif.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
ASN di Jatim diajak membangun kebijakan yang cerdas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital.
Data menunjukkan bahwa 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos AI, namun kesiapan organisasi masih tertinggal.
Di Kota Tangerang, tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, perubahan pembangunan mulai terlihat, dijalankan secara bertahap dengan fokus keberlanjutan.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 mencapai 75,90, yang menempatkannya dalam kategori tinggi.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berupaya mengatasi tantangan IPM Sulawesi Selatan yang saat ini berada di angka 72,13 (data BPS 2024).
WAMENDIKDASMEN Fajar hadir di Kalimantan Timur bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, guna meresmikan beberapa gedung sekolah di Samarinda.
TAHUN 2045 ialah momentum penting bagi bangsa Indonesia. Pada tahun tersebut, negara kita akan memasuki usia satu abad.
Menurutnya pengukuran terhadap kedua hal tersebut lebih mudah dilakukan ketimbang mendalaminya di berbagai sektor lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved