Rabu 26 Januari 2022, 11:41 WIB

Berselancar ke Dunia Digital Melalui Pembelajaran

Dr. Sukma Erni, M.Pd Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation | Opini
Berselancar ke Dunia Digital Melalui Pembelajaran

Ist/Tanoto Foundation
Dr. Sukma Erni, M.Pd Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation.

 

Digital-age literacy sederhananya menjadi tuntutan pembelajaran abad 21, dimana revolusi industri 4.0 menggeliat memacuinformasi lepas batas lewat dunia maya. Tidak ada satu sisi pun dalam kehidupan sekarang yang bisa lepas dari teknologi digital, siapa, apa, dan dimanapun berada, terpaksa atau tidak. Semua orang harus melek teknologi digitaljika tidak mau tertinggal dan ditinggalkan.

Situasi melek digital memperoleh percepatan dengan merebaknyapandemi Covid-19 di seluruh dunia. Guru dan siswa memasuki dunia baru yang selama ini lebih banyak dinikmati untuk hiburan. Fungsi positif gadget yang semula sebatas alat komunikasi sekarang menjadi media yang digunakan untuk belajar serta memproses pembelajaran baik kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.

Bayangkan saja bagaimana terkejutnya dunia pendidikan ketika harus membangun sikap dan psikomotorik siswa secara online yang tidak terlihat langsung. Tetapi pendidikan harus tetap berjalan, siswa harus mendapatkan hak pendidikannya dengan baik dalam kondisi dan situasi apapun.

Tantanganpendidikan digital bagipendidikdanpesertadidik

Tantangan pendidikan online nampaknya mendongkrak guru mendesain dan mangarahkan siswauntuk lebih mengenal gadget sebagai media belajar bukan media ‘bersenang-senang saja’. Mengenal aplikasi, menggunakan, mengoptimalisasi  fungsi aplikasi jadi bagian penting  ketikagurubermaksud memadatkan waktu belajar online di rumah.

Setidaknya ada beberapa poin pekerjaan belajar dalam mengoptimalkan keterampilan da nliterasi digital seperti; membuat video pembelajaran, mencari jurnal lewat search engine Google, dan mencoba menelusuri referensi dalam jurnal, mendesain goo, mengisi kuis, belajar tatap muka online dengan aplikasi teleconference (Zoom, Google Meet, Webex dll), membuat PPT yang baik, membuat link daftar hadir, link materi,dan lain sebagainya.

Harus diakui bahwa beratnya pembelajaran atau perkuliahan online di awal adalah ‘kerja keras’ mempelajari media komunikasi online dan berbagai aplikasi untuk kepentingan belajar atau kuliah.Terdapat beberapa keterampilan yang terasah secara langsung dalam berselancar menggunakan aplikasi digital untuk kepentingan belajar.

Secara kognitif mahasiswa  harus mendengar, mencari penguatan jurnal, membandingkan dan mendeskripsikan kembali baik hasil sintesis materi kuliah dengan bacaan yang ada. Keterampilan terasah dengan membaca, memilih diksi, dan mengatur alur pikir dalam mendeskripsikan pemikiran hasil review hingga mengunggah di blog atau media online. Keterampilan demikian secara langsung membangun pribadi hati-hati dan bertanggung jawab peserta didik dalam menuliskan idenya. (OL-09)

 

 

 

Baca Juga

MI/RM Zen

Ruhut Sitompul versus Meme Anies Baswedan

👤Soelistijono, Editor Media Indonesia 🕔Senin 16 Mei 2022, 10:39 WIB
Jika tidak ada maksud apapun membuat meme dan disebarkan ke media sosial, kenapa Ruhut hanya menampilkan sosok...
MI/Budi Setyo Widodo.

Garda Terdepan

👤Budi Setyo Widodo 🕔Minggu 15 Mei 2022, 18:15 WIB
Ekonomi kreatif di Indonesia terus berjuang menjadi garda terdepan mengambil bagian dalam momentum kebangkitan...
MI/Ebet

Udara Gerah

👤Adiyanto Wartawan Media Indonesia 🕔Minggu 15 Mei 2022, 05:00 WIB
BEBERAPA hari terakhir ini udara terasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya