Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM lama ini, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyinggung soal Jakarta. Ia bilang kota ini berpotensi tenggelam pada satu dekade mendatang. Ia menyampaikan pernyataannya itu bukan dalam rangka kunjungan kerjanya di Indonesia, melainkan di negerinya sendiri, tepatnya di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada 27 Juli lalu.
Di situ ia berbicara dalam konteks perubahan iklim. Menurut Presiden yang menggantikan Donald Trump itu, pemanasan global menyebabkan naiknya permukaan air laut. Ribuan orang bisa kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, dan kehidupan. “Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?” kata Biden seperti dikutip berbagai media arus utama di Tanah Air.
Ucapan Biden itu sontak bikin heboh dan jadi perbincangan, termasuk di kalangan warganet yang kadang sok ‘mahatahu’ dan ‘mahakuasa’. Ia juga jadi bahan dialog di berbagai televisi dan siniar (podcast). Apa yang disampaikan Tuan Biden sebetulnya bukan sesuatu yang baru dan tidak mengejutkan. Banyak ahli lingkungan, termasuk pakar tata kota di Indonesia, telah mengingatkan tentang penurunan tanah di Jakarta sehingga berpotensi tenggelam, baik pada saat dipimpin Sutiyoso maupun Fauzi Bowo.
Bahkan, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, JP Coen, pun ketika memerintah di zaman VOC sudah tahu kalau wilayah yang dulu bernama Jayakarta itu memiliki kontur labil karena merupakan hasil sedimentasi. Namun, itu bukan masalah untuk tetap ditinggali karena kota itu mirip di negerinya (Belanda) yang sebagian wilayahnya juga berada di bawah permukaan laut.
“Ia (Coen) meminta arsitek bernama Simon Stevin untuk membangun sejumlah kanal seperti kota-kota di Belanda,” kata sejarawan Universitas Indonesia, Bondan Kanumoyoso, dalam dialog Banjir Jakarta, Riwayatmu Dulu di channel Youtube dan Facebook Historia.id pada Februari lalu.
Seperti tercatat dalam berbagai kitab sejarah, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil sebab alam, terutama cuaca dengan intensitas hujan yang tidak seperti di Belanda, ikut berkonspirasi membuat kota ini sering tergenang. Ditambah lagi pembangunan yang kian masif membuat ketersediaan air tanah di Jakarta pun ikut tergerus, yang berdampak pada kian menurunnya permukaan daratan.
Awal Februari lalu, peneliti Kebencanaan Pusat Teknologi Reduksi dan Risiko Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTRRB BPPT) Joko Widodo memaparkan dari berbagai hasil kajian studi ditemukan fakta terjadinya penurunan tanah di DKI selama 50 tahun terakhir. Dalam studinya, kata Joko, tim INDI (Indonesian Network for Disaster Information) 4.0 BPPT telah menganalisis menggunakan metode interferometric synthetic aperture radar (Insar) berdasarkan data satelit Radar Sentinel 1A untuk melihat laju penurunan tanah di Jakarta. Hasil analisis data Insar yang direkam sejak 20 Maret–22 Oktober 2019 itu memperlihatkan bahwa laju maksimum penurunan tanah mencapai 6 cm per tahun.
Menurut dia, ada empat penyebab penurunan muka tanah yang terjadi di Jakarta. Pertama, akibat ekstraksi air tanah. Kedua, akibat beban konstruksi. Ketiga, akibat konsolidasi alami tanah alluvium. Terakhir, penurunan tanah tektonik. Jika ditambah semakin naiknya permukaan laut sebagai dampak pemanasan global, apa yang disampaikan Biden rasanya masuk akal. Apalagi jika tidak diiringi langkah konkret segera untuk menanggulanginya.
Terus terang saya tidak paham mengapa Biden mengambil contoh Jakarta ketika berbicara dengan para bawahannya tentang perubahan iklim. Saya juga tidak tahu apakah omongannya itu bakal berdampak pada harga tanah dan kavling di pesisir utara Jakarta, seperti halnya ucapan para gubernur Bank Sentral yang kerap mengguncang lantai bursa.
Namun, yang pasti, kita patut berterima kasih atas ucapannya itu. Setidaknya bisa menjadi warning bagi kita semua meski mungkin wacana itu bakal tenggelam oleh berita atau gosip-gosip selanjutnya, seperti korupsi, artis yang terjerat prostitusi, dan sebagainya. Maklum, warga +62 umumnya cepat lupa.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
TIM gabungan menertibkan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Citarum khususnya di wilayah RT 01/09 Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2).
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali memicu banjir di Desa Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Rabu (11/2) sekitar pukul 18.35 WIB.
SEBANYAK 112 rumah di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang luapan Kali Kedunggigil, Rabu (11/2).
Pompa air bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai dipasang di sejumlah titik banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang hingga kini masih terendam dengan ketinggian air 30-120 cm.
HUJAN dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (9/2) siang menyebabkan sebuah tanggul aliran Sungai Citalahab jebol dan meluapnya Sungai Ciseel.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved