Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Menpora Perketat Tata Kelola Aset Olahraga Nasional

Budi Ernanto
03/4/2026 21:50
Menpora Perketat Tata Kelola Aset Olahraga Nasional
Pelantikan Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan.(DOK KEMENPORA)

MENTERI Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, secara resmi melantik Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).

Pengangkatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Kemenpora, mengacu pada Keputusan Menpora RI Nomor 55 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di kementerian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Erick menegaskan pentingnya peran Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan sebagai pengelola aset kementerian. Ia menekankan perlunya standar kinerja yang jelas serta profesionalisme dalam menjalankan fungsi lembaga tersebut.

"BLU itu satu keluarga makanya kita lantik bersama tidak boleh ada struktur dalam struktur, organisasi dalam organisasi, BLU adalah keluarga kita tidak boleh ada jarak dari kita. BLU wajib melaporkan kegiatannya, harus ada tolak ukurnya," ujarnya.

Selain itu, Erick juga mengungkapkan adanya penyesuaian dalam struktur dan arah pengelolaan lembaga tersebut agar lebih selaras dengan kebutuhan organisasi sekaligus tetap mengedepankan profesionalitas.

"Dengan perubahan di BLU saya juga merubah struktur BLU nya dan kearah mana BLU kedepan, BLU akan menjadi sebuah organisasi yang dikelola secara profesional dan ada B2B supaya aset-aset kita tidak terbengkalai dan mangkrak," jelasnya.

Ia berharap kepemimpinan baru di lembaga tersebut mampu membawa perubahan positif serta memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan sektor olahraga.

"Saya mengharapkan ini amanah ada empati, ada kepedulian. Ini yang mau saya rubah, tidak mudah, tapi saya ingin memberikan yang terbaik saya ambisius dalam hasil bukan jabatan. Saya mau kita sama-sama, tapi maafkan saya ketika saya harus menindaktegas untuk kepentingan organisasi, untuk kepentingan bersama-sama," tutup Erick. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya