Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA balap motor Indonesia kembali mencatatkan sejarah melalui talenta muda asal Yogyakarta, Veda Ega Pratama.
Pembalap berbakat ini secara resmi diperkenalkan sebagai bagian dari jajaran elite Red Bull Blue and Silver Athlete, sebuah pencapaian monumental yang menempatkan namanya dalam ekosistem olahraga paling kompetitif di dunia.
Bergabungnya Veda ke lingkaran atlet berlogo banteng merah tersebut bukan sekadar soal gaya, melainkan bentuk pengakuan global atas prestasinya. Red Bull Blue and Silver dikenal memiliki sistem pemandu bakat paling berpengaruh yang telah mencetak juara dunia seperti Marc Márquez dan Max Verstappen.
Bagi Veda, kesempatan ini adalah jawaban dari ambisi yang ia pupuk sejak dini. Ia mengaku sangat antusias bisa mengenakan atribut yang menjadi simbol prestise di dunia balap internasional tersebut.
"Banyak mungkin yang bermimpi untuk menjadi atlet Red Bull Blue and Silver dan itu juga mimpi saya dari kecil. Dan ya, mimpi saya terwujud, pastinya senang sekali dan pastinya itu membuat saya lebih bersemangat lagi untuk latihan dan juga meraih mimpi-mimpi saya," ungkap Veda.
Dukungan ini nantinya akan membuka akses bagi Veda terhadap fasilitas pelatihan berstandar internasional serta dukungan performa atlet yang menyeluruh. Hal ini diharapkan mampu memperlancar jenjang kariernya di kancah balap Eropa yang sangat kompetitif.
Di balik performa gemilangnya di lintasan, Veda tetap memegang teguh komitmen pada pendidikan. Di sela-sela persiapannya menghadapi musim balap 2026, ia harus membagi waktu dengan jadwal sekolah yang padat.
Meski harus berlatih di bawah tekanan cuaca dingin dan waktu yang terbatas, Veda tidak menjadikannya hambatan.
"Saya berlatih keras, bahkan saat musim dingin. Namun, saya tetap harus bersekolah di pagi hari. Jadi, saya baru mulai berlatih dari sore hingga malam hari. Sekolah bukan alasan untuk tidak berlatih maksimal," tegasnya.
Fokus utama Veda tahun ini adalah bersaing di barisan depan Moto3 World Championship. Debutnya di kompetisi pembuka yang berlangsung di Thailand pada 1 Maret 2026 lalu cukup menjanjikan, saat ia berhasil mengamankan posisi kelima.
Kini, Veda tengah mempersiapkan diri untuk dua seri krusial berikutnya, yakni GP Brasil pada 20–22 Maret 2026 dan GP Amerika Serikat pada 27–29 Maret 2026.
Dengan dukungan penuh dari ekosistem Red Bull, harapan besar kini tertuju pada Veda untuk terus membawa nama Indonesia ke podium dunia. (Z-1)
Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya Red Bull bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 musim ini.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
Juergen Klopp dikabarkan bakal tinggalkan Red Bull lebih awal. Simak rumor ketertarikan Real Madrid dan masa depan sang mantan bos Liverpool di sini.
Di serial dokumenter Netflix, Formula 1: Drive to Survive, Horner membantah keras spekulasi yang menyebut bahwa Max Verstappen dan pihak manajemennya menjadi dalang di balik pemecatannya.
Red Bull Ford Powertrains langsung dinilai sebagai paket mesin terkuat jelang era regulasi 2026 setelah data uji coba pramusim di Bahrain menunjukkan keunggulan performa.
Saat berusaha keluar dari Tikungan 11, Veda kehilangan kendali motornya dan mengalami insiden highside sehingga gagal finis di Moto3 GP Amerika Serikat.
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan posisi start keempat dalam sesi kualifikasi Moto3 GP Amerika Serikat (AS) di Circuit of the Americas (COTA).
Mantan rider Moto2 Doni Tata Pradita mendesak pembangunan sirkuit permanen di Yogyakarta. Jogja terbukti sukses mencetak pembalap level dunia seperti Veda Ega dan Aldi Satya.
Kepercayaan diri Veda Ega Pratama untuk berprestasi di Moto3 AS meningkat pesat setelah berhasil meraih podium di GP Brasil, Minggu (22/3) lalu.
Simak profil dan perjalanan karier Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia pertama yang sukses meraih podium di kejuaraan dunia Moto3 2026.
VEDA Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix usai finis ketiga pada Moto3 Brasil 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved