Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Joan Mir menilai motor Honda RC213V 2026 belum cukup kompetitif dan masih tertinggal dari para rival, sehingga pabrikan Jepang tersebut dinilai membutuhkan revolusi untuk meningkatkan performa, terutama dalam aspek cengkeraman ban belakang.
Pebalap Repsol Honda, Joan Mir, mengaku belum puas dengan performa motor Honda RC213V versi 2026 setelah menjalani tes pramusim MotoGP di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan lalu. Juara dunia MotoGP 2020 itu menilai motor terbaru Honda belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Sebelumnya, Mir sempat menunjukkan optimisme usai tes di Sepang, Malaysia, awal Februari. Namun, setelah menjalani pengujian di Buriram, pebalap asal Spanyol tersebut mengungkapkan evaluasi yang lebih hati hati.
"Di lintasan ini, kami menemukan lebih banyak kesulitan dibandingkan di Sepang karena suatu alasan. Terutama saya, saya tidak bisa menempatkan motor pada posisi yang sama dalam hal potensi," ujar Mir dikutip dari Motorsport.
Meski mengakui ada kemajuan tertentu pada RC213V, Mir menilai peningkatan tersebut belum cukup untuk bersaing dengan para rival yang juga mengalami perkembangan signifikan selama jeda musim dingin.
"Saya tidak terlalu senang, jujur saja, karena penting untuk tampil kuat di sini. Anda bisa melihat siapa saja yang akan menjadi pesaing utama akhir pekan depan, dan kenyataannya kami sedikit kesulitan. Kami kesulitan dalam hal cengkeraman. Kemungkinan konstruksi ban yang berbeda bukan teman terbaik kami saat ini," katanya.
Ia juga menyoroti belum jelasnya arah pengembangan motor Honda saat ini.
"Tidak terlalu jelas bagi kami arah yang harus diambil, karena saya pikir kami tidak memiliki paket yang sangat kompetitif saat ini. Itulah yang saya rasakan. Mungkin selama pekan balapan ini, tim akan menemukan sesuatu."
Salah satu kelemahan utama RC213V yang masih belum teratasi adalah kurangnya cengkeraman ban belakang, yang berdampak pada traksi saat keluar tikungan. Mir menilai masalah tersebut masih menjadi hambatan utama dan membuat Honda semakin tertinggal dari rival seperti Ducati dan Aprilia.
"Dalam hal potensi, saya mengharapkan lebih. Di Sepang, saya mengatakan bahwa kami harus meningkatkan cengkeraman. Itu adalah titik lemah kami. Saat ini, Ducati dan Aprilia berada di level yang berbeda. Di Sepang kami mungkin punya peluang, tetapi di sini tidak," ungkapnya.
Mir menambahkan bahwa Honda memang telah melakukan sejumlah perubahan, tetapi belum menyentuh konsep dasar secara menyeluruh.
"Kami sedang dalam proses mengubah motor sedikit. Kami mencoba berbagai hal, tetapi bukan konsep yang berbeda. Konsepnya tetap sama. Ada evolusi, bukan revolusi. Saya pikir dalam hal cengkeraman, kami membutuhkan revolusi saat ini."
MotoGP Thailand akhir pekan ini akan menjadi ujian penting bagi Honda untuk membuktikan apakah mereka mampu meningkatkan daya saing menghadapi musim 2026, di tengah dominasi pabrikan Eropa yang semakin kuat. (Ndf)
Toprak Razgatlioglu mengungkapkan ia belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin, yang menjadi kendala utama dalam persiapan menuju seri pembuka MotoGp, akhir pekan ini.
Mulai 2027, MotoGP akan memasuki lembaran baru dengan regulasi mesin 850cc dan pemasok ban baru.
Kesepakatan jangka panjang ini akan mengikat Adelaide sebagai tuan rumah GP Australia selama enam tahun, atau setidaknya hingga musim 2032.
MotoGP memastikan GP Australia digelar di Adelaide Street Circuit mulai musim 2027 hingga 2032, menjadi balapan jalan raya pusat kota pertama berstandar FIM.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved