Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Joan Mir Akui Kesalahannya atas Insiden Sprint Race dengan Luca Marini

Ferdian Ananda Majni
16/11/2025 10:12
Joan Mir Akui Kesalahannya atas Insiden Sprint Race dengan Luca Marini
Pebalap MotoGP Honda Racing Team, Joan Mir (kiri) dan Luca Marini, menyapa 500 bikers Honda PCX saat acara " "meet and greet" di Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHM-SRTC) Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2025).(Ramdani/MI)

JOAN Mir mencoba memperbaiki keadaan setelah kehilangan banyak posisi pada awal Sprint Race MotoGP Valencia, Sabtu. Ia start dari grid ke-10, ia terjebak dalam situasi sulit ketika berusaha menyalip rekan setimnya, Luca Marini, di Tikungan 2. 

Dalam manuver itu, Mir mengunci bagian depan motornya dan menyenggol sisi motor Marini pada lap kedua dari total 13 lap.

Akibat insiden tersebut, Steward MotoGP menjatuhkan long-lap penalty kepadanya untuk balapan utama hari Minggu, meski ini merupakan pelanggaran pertamanya. 

Mir langsung menyampaikan permintaan maaf kepada tim dan Marini, seraya menjelaskan bahwa insiden itu terjadi karena kehilangan kendali saat pengereman.

"Nah, saat menyalip Luca, saya kehilangan kendali bagian depan, dan saya membuatnya terjatuh," ujar Mir dikutip Crash, Minggu (16/11).

"Seperti yang bisa Anda bayangkan, saya sangat menyesal. Ini bukan sesuatu yang biasa saya lakukan," sebutnya.

Mir menegaskan bahwa manuver tersebut bukan aksi sembrono. Ia menjelaskan situasinya setelah didorong keluar garis oleh Brad Binder, yang membuatnya kehilangan beberapa posisi termasuk dari Marini. Menurutnya, kombinasi ban yang belum panas dan kondisi lap awal berperan besar dalam terjadinya kontak.

Sebelum keputusan penalti diumumkan, Mir mengatakan "Mungkin Simon akan meminta saya menghadapnya tapi saya pikir jika mereka memberi penalti untuk ini, tidak akan ada yang menyalip," lanjutnya.

Di sesi kualifikasi, hanya dua pembalap Honda yang menembus Q2. Mir menjadi yang terbaik dengan start ke-10, berada tepat di depan Johann Zarco. Namun secara keseluruhan, Honda mengalami lebih banyak kesulitan dibanding prediksi tim.

Mir mengatakan kondisi trek menjadi faktor utama menurunnya performa, dan mengakui bahwa peluang Honda meraih sembilan poin demi terhindar dari hilangnya konsesi kini jauh lebih kecil dari perkiraan.

"Semua orang di tim tidak menginginkan konsesi ini," ucapnya. 

"Namun memang benar akhir pekan ini kami menghadapi lebih banyak masalah dari yang kami perkirakan," terangnya.

Dia menilai performa tak maksimal juga terkait pemilihan ban depan yang lebih lunak dari biasanya, yang membuatnya kesulitan mengerem dan kehilangan keunggulan yang biasanya ia tunjukkan. Mir menilai kompon yang lebih keras mungkin akan memberinya kontrol yang lebih baik. (Crash/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik