Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Janice Tjen Rasakan Momen Spesial Cetak Sejarah di Australia Terbuka 2026

Khoerun Nadif Rahmat
20/1/2026 14:29
Janice Tjen Rasakan Momen Spesial Cetak Sejarah di Australia Terbuka 2026
PETENIS putri Indonesia, Janice Tjen, di Australia Terbuka 2026 merasakan momen yang sangat spesial saat bertanding di ANZ Arena, Melbourne Park, Selasa (20/1).(Antara)

PETENIS putri Indonesia, Janice Tjen, di Australia Terbuka 2026 merasakan momen yang sangat spesial. Bertanding di ANZ Arena, Melbourne Park, Selasa (20/1), Janice sukses menjinakkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, lewat kemenangan straight set 6-2, 7-6(7-1). 

Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 43 menit tersebut, statistik mencatat Janice unggul tipis dengan torehan empat ace, 17 winners, serta efektivitas tinggi mengonversi empat dari tujuh peluang break point.

Janice Tjen sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026. 

Set pembuka dimulai dengan tekanan dari Leylah. Petenis Kanada yang merupakan runner-up US Open 2021 itu sempat memimpin di awal laga, namun Janice merespons dengan cemerlang. Usai menyamakan kedudukan di gim kedua, Janice tak terbendung dengan merebut lima gim beruntun untuk menutup set pertama 6-2.

Duel set kedua berlangsung lebih ketat. Kejar-mengejar angka tak terhindarkan saat Leylah mencoba bangkit dan sempat unggul 4-3 setelah sempat tertinggal 1-3. 

Tak menyerah begitu saja, Janice memaksa set kedua ke tiebreak saat ia menyamakan kedudukan 6-6. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu tampil dominan di fase penentuan dan hanya kehilangan satu poin untuk mengunci kemenangan tiebreak 7-1.

"Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari sejarah dan memberikan kemenangan ini untuk Indonesia. Momen ini terasa sangat spesial karena saya bisa melakukannya di depan keluarga, kerabat dekat, dan banyak pendukung Indonesia yang hadir langsung," katanya dikutip dari laman WTA.

Keberhasilan ini menegaskan status Janice sebagai “pembunuh raksasa” di panggung major. Janice kembali menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi nama besar. Seperti halnya di US Open tahun lalu saat  menumbangkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova, sebelum akhirnya dihentikan Emma Raducanu.

Kiprah Janice di Melbourne pun tak hanya terbatas pada sektor tunggal. Berbekal tren positif usai menjuarai WTA 250 Hobart pekan lalu, ia juga dijadwalkan turun di nomor ganda bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter. 

Koleksi trofi Janice memang tengah menanjak, termasuk gelar di WTA 250 Guangzhou bersama Piter dan WTA 250 Chennai saat berduet dengan kompatriotnya, Aldila Sutjiadi. (Ant/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya