Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Quartararo belum Terlalu Nyaman dengan Yamaha V4

Khoerun Nadif Rahmat
19/11/2025 15:27
Quartararo belum Terlalu Nyaman dengan Yamaha V4
Ilustrasi.(DOK YAMAHA)

FABIO Quartararo memberi penilaian awal terhadap mesin V4 Yamaha setelah menjalani tes MotoGP di Valencia. Meski mengaku menyukai karakter berkendaranya, ia menegaskan masih terlalu dini berharap banyak pada proyek baru pabrikan Jepang tersebut.

Yamaha sebelumnya memastikan akan meninggalkan mesin empat segaris dan beralih sepenuhnya ke V4 yang telah dikembangkan selama satu tahun terakhir. 

Pada tes Selasa (19/11) di Valencia, Quartararo kembali menjajal motor tersebut dan mencatat 1 menit 29,927 detik atau menempati posisi kelima belas.

Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4. Kali ini, ia tetap berhati-hati dalam memberi penilaian meski menyisipkan sedikit pujian. 

"Masih terlalu awal untuk mengatakan apakah saya senang atau tidak," ujar Quartararo dikutip dari Crash.

Quartararo mengungkapkan sesi tes berjalan terbatas karena Yamaha masih mencari kembali kekuatan utama motor sebelumnya, yakni rasa pada bagian depan. 

"Kami tidak banyak melakukan putaran. Kami, bagi saya, menghabiskan banyak waktu mengubah banyak hal pada setelan karena kami jelas kehilangan titik terkuat kami, yaitu feeling bagian depan," katanya.

Ia menambahkan bahwa banyak waktu terbuang di garasi untuk menyesuaikan motor. "Kami mencoba mengubah banyak hal. Untungnya, besok kami punya satu hari lagi. Semoga tidak hujan, tapi itu akan menjadi hari penting," ucapnya.

Yamaha dijadwalkan melanjutkan tes privat di Valencia pada Rabu (19/11). Quartararo menyebut hari pertama terlalu singkat. 

"Seperti yang saya bilang, hari ini sangat singkat. Kami tidak punya waktu, semuanya terburu buru hanya mencoba membuat motor bekerja," ujarnya.

Menurutnya, hari kedua akan menjadi penentu arah pengembangan. "Besok akan penting, terutama untuk menemukan arah dengan sasis, elektronik, mesin, dan aerodinamika," katanya. 

Tes kali ini juga menjadi kesempatan baginya menyesuaikan gaya balap dengan konfigurasi V4. "Hari ini hanya untuk kembali sedikit dengan motornya, mencoba memahami sedikit lebih banyak, karena gaya mengendaranya berbeda dibanding empat segaris. Tapi saya suka cara berkendara motor V4," ucapnya.

Catatan waktunya dengan V4 sedikit lebih baik dibanding motor empat segaris, tetapi Quartararo menolak anggapan bahwa hal itu menandakan titik awal kedua motor kini setara. "Belum, karena pagi ini saya hanya melakukan dua lap dengan motor standar, dengan ban medium dan bahan bakar cukup banyak," ujarnya. 

"Sore ini ban soft soft, mencoba mencari limit. Dan itu hanya lebih cepat setengah seperseratus detik. Jadi masih terlalu awal. Kami harus bekerja keras dan memberikan arah terbaik kepada para insinyur untuk merasakan apa yang bisa mereka lakukan." (I-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik