Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ARYNA Sabalenka bersiap mempertahankan gelarnya di Wuhan Terbuka 2025 setelah menikmati masa istirahat di Yunani usai menjuarai AS Terbuka 2025 untuk kedua kalinya secara beruntun.
Petenis nomor satu dunia itu sebelumnya memilih absen dari turnamen WTA 1000 Beijing, guna memulihkan kondisi fisiknya setelah mengalami cedera ringan di New York. Kini, ia memastikan diri siap tampil di Wuhan untuk mempertahankan dominasinya.
“Saya merasa baik. Saya hanya tidak ingin terburu-buru mempersiapkan diri untuk turnamen ini. Jadi, saya rasa kami telah membuat keputusan yang tepat untuk meluangkan waktu ekstra untuk pemulihan dan persiapan. Secara fisik, saya merasa siap untuk bertanding,” ujar Sabalenka dalam konferensi pers praturnamen.
Sabalenka memiliki catatan luar biasa di Wuhan. Ia pernah menjuarai turnamen tersebut pada 2018, 2019, dan 2024, saat ajang itu kembali digelar setelah vakum lima tahun. Dalam dua edisi terakhir, petenis asal Belarus itu menyingkirkan Coco Gauff dan Zheng Qinwen, yang belakangan juga tampil di final WTA Finals di Riyadh.
Kemenangan-kemenangan itu membuatnya mencatat rekor 17 kemenangan beruntun di Wuhan—rekor terbaik dalam satu turnamen WTA sejak Serena Williams menorehkan 21 kemenangan beruntun di Roma (2012–2019).
Dengan tiga gelar beruntun di Wuhan, Sabalenka kini berada di jalur untuk menorehkan sejarah baru. Dalam tiga dekade terakhir, hanya tiga petenis putri yang pernah memenangi empat gelar berturut-turut di satu turnamen WTA, yakni Monica Seles (Kanada Terbuka 1995–1998), Venus Williams (New Haven 1999–2002), dan Caroline Wozniacki (New Haven 2008–2011).
Sabalenka berambisi menjadi petenis keempat yang mampu menorehkan capaian serupa.
“Apakah saya yakin bisa menang untuk keempat kalinya? Saya tidak tahu pasti, tapi saya bisa meyakinkan Anda bahwa saya akan melakukan yang terbaik, dan semoga saya bisa meraih gelar juara yang indah ini lagi,”
tutur Sabalenka.
Menjelang akhir Oktober ini, Sabalenka juga akan mencatat 52 pekan berturut-turut sebagai petenis nomor satu dunia. Ia memimpin daftar WTA Rankings dengan keunggulan hampir 2.500 poin dari Iga Swiatek, serta unggul 1.500 poin dalam Race to WTA Finals Riyadh.
Musim ini, Sabalenka menjadi pemain dengan performa paling konsisten—memenangi empat gelar, mencapai tiga final Grand Slam dan empat semifinal, serta mencatat 56 kemenangan, terbanyak di antara seluruh petenis putri dunia. (Ant/I-3)
UNGGULAN kelima Elena Rybakina mengirimkan sinyal bahaya bagi para rivalnya di Australian Open 2026. Petenis asal Kazakhstan itu memastikan diri melaju ke babak kedua
Janice Tjen cetak sejarah di Australian Open 2026 usai tumbangkan Leylah Fernandez. Dukungan diaspora Indonesia di ANZ Arena jadi pemicu mental.
Analisis taktik Janice Tjen yang sukses menumbangkan pemain unggulan. Variasi pukulan dan kecerdasan lapangan jadi kunci utama.
Ranking WTA Janice Tjen terbaru 2026 mengalami lonjakan signifikan. Simak posisi terkini, prestasi, dan peluang petenis Indonesia ini ke 50 besar dunia.
Profil lengkap Leylah Fernandez, petenis unggulan Kanada yang dikalahkan wakil Indonesia Janice Tjen di putaran pertama Australian Open 2026.
JANICE Tjen kembali mengukir sejarah bagi tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil sebagai debutan di Australia Terbuka, petenis asal Jakarta ini sukses melaju ke babak kedua.
Kemenangan di final Wuhan Terbuka menjadi gelar kedua bagi Coco Gauff sepanjang musim 2025 sekaligus gelar WTA 1000 pertamanya tahun ini.
Unggulan teratas Aryna Sabalenka kembali beraksi untuk pertama kalinya sejak meraih gelar Grand Slam keempatnya di AS Terbuka.
Iga Swiatek mencatat kemenangan ke-60 pada musim 2025 saat debut gemilang di Wuhan, Tiongkok, dengan melaju ke putaran ketiga Wuhan Terbuka usai mengalahkan Marie Bouzkova 6-1 dan 6-1.
Aldila Sutjiadi dan Leylah Fernandez mengalahkan pasangan Ellen Perez/Nicole Melichar Martinez 6-4 dan 6-4 untuk melaju ke semifinal Wuhan Terbuka.
Aldila Sutjiadi/Leylah Fernandez meraih kemenangan gemilang atas unggulan kelima Elise Mertens/Zhang Shuai dengan skor 6-1 dan 6-0.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved