Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner menegaskan bahwa persaingannya dengan Carlos Alcaraz tidak lantas membuat mereka bermusuhan di luar lapangan, meskipun keduanya tengah berebut posisi nomor satu dunia sepanjang US Open.
Petenis peringkat satu dunia itu menekankan bahwa rivalitas di lapangan berbeda dengan hubungan personal di luar pertandingan.
“Saya rasa kami juga memiliki persahabatan yang baik di luar lapangan. Sungguh luar biasa melihatnya,” kata Sinner, dikutip dari ATP, Selasa.
Ia menambahkan bahwa persaingan hanya berlangsung saat pertandingan dimulai.
“Kami melihat bahwa ini mungkin, bukan berarti harus bermusuhan di luar lapangan. Tentu saja kami bermusuhan ketika memasuki lapangan, kami berusaha bermain tenis terbaik. Tapi itu berakhir di sana. Setelah berjabat tangan, semuanya kembali normal.”
Sinner menjelaskan bahwa di luar lapangan, mereka menjalani kehidupan biasa dengan hobi masing-masing—Alcaraz gemar bermain golf, sementara dirinya punya kegiatan sendiri. Namun di saat bersamaan, keduanya sedang bersaing memperebutkan gelar-gelar penting dalam dunia tenis.
“Di saat yang sama, kami berlatih sangat keras. Kami punya tim yang mendukung kami, orang-orang itu sangat jujur kepada kami,” ujarnya.
“Tapi saya rasa banyak pemain seperti ini. Tenis sangat penting, dan itu juga tergantung seberapa besar pengorbanan Anda untuk olahraga ini karena memang harus begitu.”
“Tapi ya, saya pikir menjadi pemain tenis yang baik adalah satu hal, yang lainnya adalah menjadi orang baik. Dua hal yang berbeda,” kata Sinner, 24 tahun.
Baik Sinner maupun Alcaraz kini sudah mencapai perempat final AS Terbuka. Jika sama-sama menang dua laga berikutnya, mereka berpeluang berjumpa di partai puncak untuk ketiga kalinya secara beruntun di turnamen major.
Pada babak 16 besar, Senin (1/9) malam waktu setempat atau Selasa WIB, Sinner tampil dominan saat menyingkirkan Alexander Bublik dengan hanya kehilangan tiga gim. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tenis adalah olahraga yang penuh ketidakpastian.
“Ada hari-hari yang baik, dan ada hari-hari yang buruk. Mungkin ada hari di mana segalanya tidak berjalan baik, dan kemudian saya kalah dengan mudah. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi. Olahraga ini sangat tidak terduga,” ucapnya.
Selanjutnya, Sinner akan menghadapi Lorenzo Musetti dalam perempat final sesama Italia pertama di ajang grand slam. Ia unggul 2-0 dalam rekor pertemuan melawan juniornya itu.
“Tekanan memang ada. Tekanan selalu ada,” kata Sinner sambil tersenyum.
“Tentu saja akan sangat menarik untuk disaksikan. Agak berbeda ketika Anda bermain dengan cara yang sama, atau ketika saya sebagai orang Italia bermain melawan sesama orang Italia, pertandingannya selalu sedikit berbeda.” (Ant/I-3)
Carlos Alcaraz melangkah ke babak kedua Australia Terbuka 2026 usai menundukkan petenis tuan rumah Adam Walton dengan skor 6-3, 7-6(2), 6-2.
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Spanyol yang dipimpin kapten David Ferrer akan mengandalkan Jaume Munar, Pedro Martinez, dan Pablo Carreno Busta.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved