Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sinner Tegaskan Rivalitas dengan Alcaraz bukan Permusuhan

Budi Ernanto
02/9/2025 19:52
Sinner Tegaskan Rivalitas dengan Alcaraz bukan Permusuhan
Jannik Sinner (kiri) dan Carlos Alcaraz.(AFP/FREDERIC J BROWN)

JANNIK Sinner menegaskan bahwa persaingannya dengan Carlos Alcaraz tidak lantas membuat mereka bermusuhan di luar lapangan, meskipun keduanya tengah berebut posisi nomor satu dunia sepanjang US Open.

Petenis peringkat satu dunia itu menekankan bahwa rivalitas di lapangan berbeda dengan hubungan personal di luar pertandingan.

“Saya rasa kami juga memiliki persahabatan yang baik di luar lapangan. Sungguh luar biasa melihatnya,” kata Sinner, dikutip dari ATP, Selasa.

Ia menambahkan bahwa persaingan hanya berlangsung saat pertandingan dimulai.

“Kami melihat bahwa ini mungkin, bukan berarti harus bermusuhan di luar lapangan. Tentu saja kami bermusuhan ketika memasuki lapangan, kami berusaha bermain tenis terbaik. Tapi itu berakhir di sana. Setelah berjabat tangan, semuanya kembali normal.”

Sinner menjelaskan bahwa di luar lapangan, mereka menjalani kehidupan biasa dengan hobi masing-masing—Alcaraz gemar bermain golf, sementara dirinya punya kegiatan sendiri. Namun di saat bersamaan, keduanya sedang bersaing memperebutkan gelar-gelar penting dalam dunia tenis.

“Di saat yang sama, kami berlatih sangat keras. Kami punya tim yang mendukung kami, orang-orang itu sangat jujur kepada kami,” ujarnya.
“Tapi saya rasa banyak pemain seperti ini. Tenis sangat penting, dan itu juga tergantung seberapa besar pengorbanan Anda untuk olahraga ini karena memang harus begitu.”
“Tapi ya, saya pikir menjadi pemain tenis yang baik adalah satu hal, yang lainnya adalah menjadi orang baik. Dua hal yang berbeda,” kata Sinner, 24 tahun.

Baik Sinner maupun Alcaraz kini sudah mencapai perempat final AS Terbuka. Jika sama-sama menang dua laga berikutnya, mereka berpeluang berjumpa di partai puncak untuk ketiga kalinya secara beruntun di turnamen major.

Pada babak 16 besar, Senin (1/9) malam waktu setempat atau Selasa WIB, Sinner tampil dominan saat menyingkirkan Alexander Bublik dengan hanya kehilangan tiga gim. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tenis adalah olahraga yang penuh ketidakpastian.

“Ada hari-hari yang baik, dan ada hari-hari yang buruk. Mungkin ada hari di mana segalanya tidak berjalan baik, dan kemudian saya kalah dengan mudah. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi. Olahraga ini sangat tidak terduga,” ucapnya.

Selanjutnya, Sinner akan menghadapi Lorenzo Musetti dalam perempat final sesama Italia pertama di ajang grand slam. Ia unggul 2-0 dalam rekor pertemuan melawan juniornya itu.

“Tekanan memang ada. Tekanan selalu ada,” kata Sinner sambil tersenyum.
“Tentu saja akan sangat menarik untuk disaksikan. Agak berbeda ketika Anda bermain dengan cara yang sama, atau ketika saya sebagai orang Italia bermain melawan sesama orang Italia, pertandingannya selalu sedikit berbeda.” (Ant/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik