Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putri Indonesia Aldila Sutjiadi melanjutkan perjuangannya setelah kandas di putaran pertama Amerika Serikat (AS) Terbuka ke WTA
125 Guadalajara di Meksiko, Senin (8/9).
Aldila akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
"Kami sudah mulai latihan dari kemarin, memang ada penyesuaiannya karena di sini termasuk high altitude, jadi memang kondisinya sangat berbeda dengan AS Terbuka," ujar Aldila, Senin (8/9).
"Kami masih dalam proses penyesuaian, tapi semakin hari semakin baik, semoga nanti pas bertanding sudah mantap semuanya," lanjutnya.
Sebelum WTA 1000 Cincinnati, Aldila/Olmos juga berpasangan saat mengikuti WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington D.C, akhir Juli.
Mereka terhenti di perempat final karena tidak mampu menghalau pasangan yang bersinar di sektor tunggal Emma Raducanu /Elena Rybakina.
Di Guadalajara, Aldila/Olmos akan berhadapan dengan pasangan Kanada-Meksiko Rebecca Marino/Fernanda Contreras Gomez di putaran pertama yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 23.00 WIB.
Aldila tiba di Meksiko setelah kandas pada babak pertama AS Terbuka ketika ia berpasangan dengan petenis Ukraina Nadiia Kichenok. Aldila/Nadiia tidak mampu menghadang unggulan teratas pasangan petenis Rep Ceko Katerina Siniakova dan petenis AS Taylor Townsend.
Hasil tersebut menutup penampilan Aldila di turnamen Grand Slam musim ini. Petenis berusia 30 tahun itu terpaksa mundur pada Grand Slam awal tahun, Australia Terbuka, setelah mengalami sudden deafness atau tuli mendadak yang membuat dirinya harus menjalani perawatan dan pemulihan.
Aldila kemudian kembali ke turnamen besar di Indian Wells pada Maret, setelah meraih gelar ITF W35 Arcadia di California, AS, bersama rekan senegaranya Janice Tjen pada akhir Februari.
Prancis Terbuka menjadi Grand Slam pertama musim ini bagi Aldila. Berpasangan dengan partner lamanya petenis Jepang Miyu Kato, Aldila kalah di putaran pertama.
Hasil yang lebih baik diraih Aldila pada Wimbeldon. Ia bersama petenis Jepang Eri Hozumi mencapai putaran kedua Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Aldila juga turun di ganda campuran Wimbledon bersama Robert Galloway, tetapi mereka mundur di putaran kedua lantaran petenis AS itu mengalami cedera dan harus fokus pada pertandingan tunggalnya. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved