Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo, Marc Marquez, melakukan uji coba aerodinamika baru dalam sesi tes MotoGP yang digelar di Circuit de Aragon pada Senin (9/6) waktu setempat.
Dalam sesi pengujian tersebut, Marquez menggunakan perangkat aerodinamika berwarna hitam dan berhasil menuntaskan 18 putaran.
'Sesi tes di Motorland,' tulis Ducati Lenovo melalui Instagram.
Sesuai regulasi, Ducati hanya diizinkan melakukan satu kali pembaruan aerodinamika untuk setiap musim. Pengujian ini merupakan bagian dari persiapan Ducati untuk kemungkinan penggunaan pembaruan tersebut pada Grand Prix Italia mendatang. Namun, implementasi perubahan ini tetap memerlukan persetujuan dari Marquez yang akan mengendarai Desmosedici GP25.
Sebelumnya, Ducati telah melangsungkan tes privat di Barcelona dengan pembalap penguji Michele Pirro. Dalam tes di Aragon kali ini, Marquez membukukan waktu 1 menit 46,459 detik sebelum kemudian memperbaikinya menjadi 1 menit 45,927 detik, mendekati catatan pole position GP Aragon, yaitu 1 menit 45,704 detik.
Rekan satu timnya, Francesco Bagnaia, juga ambil bagian dalam tes ini dan menyelesaikan 23 lap dengan waktu terbaik 1 menit 46,571 detik.
Ducati Lenovo berharap pengujian ini bisa mempercepat implementasi aerodinamika baru dalam balapan resmi yang akan datang. (Ant/I-3)
ALEIX Espargaro menyatakan bahwa bangga dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh departemen aerodinamika Aprilia.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved