Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANCESCO Bagnaia menjadi juara GP Amerika Serikat, Senin (31/3) dini hari WIB, untuk mengakhiri rekor sempurna Marc Marquez di ajang MotoGP musim ini.
Juara dunia enam kali Marquez tampaknya akan menyapu bersih enam kemenangan setelah dia menang di sprint race dan balapan utama di GP Thailand, GP Argentina, serta sprint race di Austin, Minggu (30/3) WIB.
Namun, pembalap Spanyol itu terjatuh di lap kesembilan sehingga membuat rekannya dari Ducati, Bagnaia, yang meraih kemenangan.
Adik Marc Marquez, Alex Marquez, finis runner-up untuk kali keenam sehingga naik ke puncak klasemen pembalap, unggul satu poin dari kakaknya.
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Fabio Di Giannantonio finis ketiga di GP Amerika Serikat.
Bagnaia membawa Ducati meraih kemenangan beruntun di grand prix MotoGP untuk kali ke-20, mendekati rekor 22 kemenangan beruntun milik Honda.
GP Amerika diawali dengan kejadian menarik. Saat para pembalap bersiap membalap menggunakan ban basah, tiba-tiba cuaca berubah menjadi terang.
Saat itu, Marc Marquez memutuskan kembali ke pit untuk mengganti bannya, memicu para pembalap lainnya melakukan hal yang sama.
Aksi itu menyebabkan balapan dimulai terlambat sehingga penyelenggara memutuskan memangkas satu lap sehingga balapan hanya digelar sebanyak 19 lap.
Ada tambahan insiden sebelum balapan GP Amerika Serikat dengan Maverick Vinales harus mendorong motornya keluar dari garis atart karena masalah mesin.
Marc Marquez mengawali balapan dengan apik ketika dia menjauh dari para pembalap lain disusul adiknya, Alex, dan Bagnaia naik dari posisi keeenam ke ketiga.
Marc Marquez kemudian memperlebar jaraknya dari para pembalap lainnya hingga mencapai satu detik.
Bagnaia naik ke posisi kedua setelah delapan lap, tertinggal lebih dari dua detik dari Marquez.
Marc Marquez kemudian terjatuh di lapn sembilan. Meski masih bisa melanjutkan balapan, pembalap Spanyol itu kemudian memutuskan mundur, beberapa lap kemudian.
Bagnaia pun sukses mempertahankan posisinya sebagai yang terdepan untuk menjadi juara di GP Amerika Serikat. (Crash/Z-1)
Setelah mengurangi selisih poin dengan Oscar Piastri dari 104 menjadi 40 dengan lima balapan tersisa, Max Verstappen menekankan pentingnya mempertahankan momentum.
Lando Norris mengaku McLaren kesulitan di kualifikasi GP Amerika Serikat.
Max Verstappen merebut pole position di GP Amerika Serikat 2025 dengan catatan waktu 1:32,510, unggul dari Lando Norris dan Charles Leclerc.
Yuki Tsunoda gagal melaju dari fase pertama Sprint Qualifying GP Amerika Serikat 2025 akibat kesalahan waktu dari tim Red Bull.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton mengaku kecewa dengan performa Ferrari di Sprint Qualifying F1 Amerika Serikat 2025.
Lando Norris gagal merebut pole dari Max Verstappen di Sprint Qualifying F1 Amerika Serikat 2025.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved