Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
YUKI Tsunoda mengaku kecewa berat setelah tersingkir lebih awal dari Sprint Qualifying Grand Prix (GP) Amerika Serikat 2025 di Circuit of The Americas (COTA), Jumat (17/10) waktu setempat. Pebalap asal Jepang itu gagal mencatat waktu terakhir di SQ1 akibat kesalahan waktu dari tim Red Bull, yang membuatnya tak sempat memulai lap terakhir.
Menjelang akhir SQ1, suasana lintasan sempat kacau. Beberapa pebalap berebut posisi dan berusaha mencapai garis start sebelum waktu habis. Namun, Tsunoda bersama Esteban Ocon, Ollie Bearman, dan Gabriel Bortoleto gagal melakukannya dan otomatis tereliminasi dari sesi kualifikasi.
Akibat insiden tersebut, Tsunoda harus memulai Sprint Race dari posisi ke-18, sementara Bearman menempati posisi ke-16, Ocon di posisi ke-19, dan Bortoleto di posisi ke-20.
Ketika ditanya apa yang sebenarnya terjadi, Tsunoda menjawab singkat, “Saya tidak tahu. Kami harus melihatnya lagi.”
Ia menambahkan, “Sangat mengecewakan karena situasinya di luar kendali saya. Hal seperti ini seharusnya bisa dikendalikan oleh tim, bukan saya. Ini benar-benar mengejutkan.”
Di tengah kekacauan itu, rekan setimnya di Racing Bulls, Liam Lawson, juga hampir bersenggolan dengan Tsunoda di Tikungan 2. Insiden tersebut sempat memancing reaksi kesal dari Tsunoda terhadap pebalap yang menggantikannya di awal musim lalu.
“Itu sudah seperti biasanya. Saya tidak mengharapkan apa pun lebih dari itu darinya, jujur saja,” ucap Tsunoda.
“Masalah utamanya ada pada waktu keluar garasi yang benar-benar salah. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi jelas ada kesalahan. Saya bahkan tidak punya kesempatan mencatat waktu, dan itu sangat disayangkan.”
Menyadari kesalahan tersebut, Prinsipal Tim Red Bull, Laurent Mekies, langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Tsunoda. “Kami melakukan kesalahan, dan kami sudah meminta maaf pada Yuki. Jadwal kami terlalu ketat. Kami memilih untuk masuk pit dan mendinginkan mobil di garasi, tapi ternyata waktunya tidak cukup. Kami salah perhitungan dan gagal keluar tepat waktu. Kami berutang permintaan maaf kepada Yuki,” ujar Mekies kepada Sky Sports F1. (Formula 1/Z-2)
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton mengaku kecewa dengan performa Ferrari di Sprint Qualifying F1 Amerika Serikat 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved