Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP MotoGP Marc Marquez mengaku gugup menjelang debut bersaama tim barunya, Ducati, di ajang GP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram, 28 Februari - 2 Maret.
"Saya sedikit lebih gugup dari biasanya karena Grand Prix pertama musim selalu istimewa," kata Marquez, seperti dikutip Motorsport, Kamis (27/2).
Pembalap berusia 32 tahun itu telah menjalani 18 musim bersaing di kejuaraan dunia MotoGP.
Tapi, meski berbekal pengalaman seluas itu, Marquez tidak mampu mengatasi kegugupan.
Pembalap Spanyol itu memulai petualangan barunya musim ini dengan bergabung bersama Ducati usai sebentar besama Gresini Racing.
Menjalani sesi pembuka, Marquez bermodal adaptasi yang menjanjikan dengan tampil tercepat dalam sesi tes pramusim.
Meski demikian, juara dunia delapan kali itu dibayang-bayangi catatan negatif saat memulai musim.
Sejak promosi ke kelas utama pada 2013, Marquez hanya sekali menjuarai grand prix pembuka, yaitu pada musim 2014.
"Saya senang bisa balapan di Thailand, kami tiba setelah menjalani pramusim yang baik dan dengan basis yang bagus," kata Marquez.
Di GP Thailand, pembalap Aprilia Racing Jorge Martin dan pembalap Pertamina Enduro VR46 Fabio Di Giannantonio dipastikan absen karena cedera ketika melakoni sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, bulan lalu. (Ant/Z-1)
Sebelumnya, kontrak antara pemerintah Thailand dan Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP dijadwalkan berakhir pada 2026.
Francesco Bagnaia finis di urutan ketiga di GP Thailand, di belakang Marc Marquez dan Alex Marquez.
Setelah menyelesaikan Sprint Race dengan catatan waktu 1,185 detik di belakang Marc Marquez, Alex Marquez untuk kedua kalinya tak mampu menandingi kakaknya itu saat balapan utama GP Thailand.
Satu poin dari GP Thailand menjadi modal berharga bagi Mario Aji untuk menghadapi musim penuh tantangan di ajang Moto2.
JUARA dua kali Francesco Bagnaia mengakui kesulitan pada sesi sprint MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Sabtu (1/3). Dia menyebut ada penjelasan ilmiah untuk masalah
Alex jadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 1 menit 29,020 detik.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved