Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
GANDA putra legendaris Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan resmi pensiun dari bulu tangkis. Perpisahan keduanya diselimuti suasana haru penggemar yang mengisi Istora Senayan Jakarta, Minggu (26/1).
"Rasanya senang karena bisa mengakhiri (karier profesional sebagai atlet) di Istora," kata Hendra di atas panggung tribute bertajuk Moment of Honor itu.
Tak hanya diisi oleh para penggemar yang menonton langsung, acara perpisahan The Daddies turut dihadiri oleh mantan pelatih mereka seperti Herry Iman Pierngadi dan Hendrawan. Mantan pelatih ganda putra Indonesia Aryono Miranat juga terlihat hadir di antara para penonton.
"Melatih Hendra dan Ahsan itu spesial, karena dedikasinya, disiplinnya, di dalam dan luar lapangan luar biasa,"kata Herry.
Di tengah acara tersebut, ada juga ucapan-ucapan dari pemain-pemain elite dunia seperti Selena Piek (Belanda), Mathias Christiansen (Denmark), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), Liang Wei Keng/Wang Chang, dan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China), hingga Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark).
"Kami sangat menghormati The Daddies karena mereka mampu mempertahankan level permainan yang tinggi untuk waktu yang sangat lama,"kata Wang Chang.
Setelah menyapa para penggemar dari atas panggung, Hendra/Ahsan kemudian tampil di pertandingan ekshibisi (exhibition match) melawan mantan ganda putra nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan juara dunia 2023 asal Korea Selatan Seo Seung Jae. Sementara itu, partai puncak Indonesia Masters 2025 akan bergulir mulai pukul 13.00 WIB. Indonesia selaku tuan rumah menempatkan dua wakil pada final edisi kali ini, yaitu melalui tunggal putra unggulan ketiga Jonatan Christie dan ganda putra unggulan pertama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Ant/H-3)
Putri kalah dari wakil Jepang, Akane Yamaguchi, setelah bertarung ketat dalam rubber game dengan skor 17-21, 21-14, dan 6-21.
Putri minimal sudah mengamankan medali perunggu.
Ganda campuran Indonesja Jafar/Felisha melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis usai mengelahkan pasangan Serbia Tomic/Vitman 21-19 dan 22-20.
Putri akan menghadapi Tomoka Miyazaki di babak kedua.
Leo/Bagas mengawali Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 di babak kedua dengan memastikan kemenangan mudah atas wakil tuan rumah Eloi Adam/Leo Rosi, dua gim langsung 21-8 dan 21-9.
Alwi Farhan memiliki catatan pertemuan kurang manis dengan Lin Chun Yi, yakni pada Australia Terbuka 2024 ketika gagal menuntaskan match point 20-16 dan akhirnya kalah.
Leo/Bagas mengawali Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 di babak kedua dengan memastikan kemenangan mudah atas wakil tuan rumah Eloi Adam/Leo Rosi, dua gim langsung 21-8 dan 21-9.
Faathir/Devin mengalahkan rekan senegara mereka, Dexter Farrel/Wahyu Agung Prasetyo, dua gim langsung 21-5 dan 21-11 di laga final Thailand International Challenge 2025.
Setelah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Fajar akan berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri, sedangkan Rian dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Sepanjang musim ini, Leo/Bagas telah sembilan kali turun dalam turnamen. Hasil terbaik mereka adalah menjadi runner-up di Super 1000 All England (11-16 Maret).
Bagi Fajar/Rian, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 bisa menjadi yang terakhir sebagai pasangan tetap setelah 11 tahun bersama.
Sabar/Reza melaju ke semifinal Makau Terbuka setelah mengalahkan pasangan ganda campuran negara, Choi Sol Gyu (Korea Selatan)/Goh V Shem (Malaysia), dengan skor 21-18 dan 21-13.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved