Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Mercedes Lewis Hamilton mengaku frustrasi dengan performa timnya selama tiga musim terakhir. Dia mengibaratkan Mercedes seperti pemain golf.
Hamilton adalah bintang Formula 1 (F1) pada 2014-2021. Tapi, sinarnya meredup sejak 2022 karena ada perubahan aturan di F1.
Pada 2022, Mercedes hanya meraih sekali podium teratas. Itu pun berkat debut gemilang George Russell di GP Brasil. Sementara pada 2023, Mercedes tanpa podium.
Baca juga : Kimi Antonelli tidak Ingin Dilihat sebagai Pengganti Hamilton di Mercedes
Tahun ini, Mercedes memiliki tiga podium dan dua di antaranya dipersembahkan oleh Hamilton. Mercedes masih memiliki peluang untuk menambah podium karena ada enam balapan tersisa hingga akhir musim.
"Ada pekan yang kami pikir bisa dijalani dengan baik, ternyata hasilnya buruk. Sebaliknya, ada pekan yang ternyata bisa juara dan mengangkat semangat," kata Hamilton seperti dikutip dari laman resmi F1, Sabtu (12/10).
"Itu seperti bermain golf. Kita bisa membuat pukulan baik dan melaju, tapi sisanya pukulan buruk. Kalau seperti itu bisa frustrasi," kata pembalap asal Inggris itu.
Baca juga : Ferrari Lakukan Upgrade Terakhir Musim Ini di F1 GP AS
Musim depan, Hamilton akan memperkuat Ferrari. Hamilton mengungkapkan legenda F1 Michael Schumacher menjadi inspirasinya untuk pindah ke tim tersebut.
“Saat menonton Michael Schumacher di masa jayanya, saya berpikir bagaimana rasanya dikelilingi oleh tim merah tersebut,” kata Hamilton.
Ferrari pada Februari kemarin juga telah mengumumkan hijrahnya Hamilton yang akan menggantikan Carlos Sainz. "Scuderia Ferrari dengan bangga mengumumkan bahwa Lewis Hamilton akan bergabung dengan tim pada 2025," kata Ferrari. (Z-6)
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Akhir pekan ini pun dipastikan menjadi salah satu penutup musim paling mendebarkan dalam sejarah Formula 1.
Verstappen saat ini masih tertinggal 24 poin dari Norris.
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved