Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH berkompetisi di babak kualifikasi WTA Tour untuk pertama kalinya sejak 2018 di Cincinnati terbuka, mantan petenis nomor satu dunia Naomi Osaka berterus terang tentang perasaannya setelah hampir delapan bulan kembali dari cuti hamil dan melahirkan.
Osaka mengalahkan Anna Blinkova di pertandingan kualifikasi pembukaannya sebelum dikalahkan petenis Amerika Serikat (AS) berusia 20 tahun Ashlyn Krueger di babak final kualifikasi, 6-3, 2-6, dan 6-3 sehingga petenis Jepang itu gagal mencapai babak utama di ajang WTA 1000 tersebut.
Berdasarkan catatan di laman WTA, juara Grand Slam empat kali itu memiliki rekor menang kalah 18-15 pada 2024 sejauh ini, dan berada di peringkat 90 daftar rangking WTA. Ia mencapai Top 100 pada akhir Juli setelah memulai comebacknya pada Januari dengan peringkat 800 dunia.
Baca juga : Naomi Osaka Akui Masih Perlu Adaptasi Setelah Rehat Melahirkan
Dengan resume seperti yang dimilikinya, Osaka telah mengakui cita-citanya yang tinggi di babak kedua kariernya -- namun perjalanan menuju
pencapaiannya tidaklah mudah.
"Masalah terbesar saya saat ini bukanlah kekalahan, masalah terbesar saya adalah saya tidak merasa berada di dalam tubuh saya," ungkap Osaka, Rabu (14/8).
"Perasaan yang aneh, kehilangan bola yang seharusnya tidak saya lewatkan, memukul bola lebih pelan dari yang saya ingat sebelumnya. Saya mencoba mengatakan pada diri sendiri, 'Tidak apa-apa, kamu melakukannya dengan baik. Lewati saja yang ini dan teruslah berusaha,' Secara mental, itu benar-benar menguras tenaga."
Baca juga : Iga Swiatek Bertekad Pertajam Kemampuan di Cincinnati Terbuka
"Secara internal, saya mendengar diri saya berteriak, 'Apa yang terjadi?!?!'," lanjutnya.
Osaka, yang melahirkan putrinya Shai, Juli tahun lalu, mengatakan dia memainkan beberapa pertandingan tahun ini dengan merasa seperti dirinya sendiri.
Namun, ia menyamakan perasaan ketidakpastian dan inkonsistensi dari pertandingan ke pertandingan dengan perasaan baru pascapersalinan -- sudut pandang jujur yang telah ia ungkapkan lebih dari satu kali di musim comeback-nya sejauh ini.
Baca juga : Jannik Sinner Bersiap di Cincinnati seusai Kekalahan di Montreal
"Itu membuat (saya) takut karena saya sudah bermain tenis sejak saya berusia 3 tahun, raket tenis seharusnya terasa seperti perpanjangan tangan saya," kata Osaka.
"Saya tidak mengerti mengapa semuanya harus terasa seperti baru lagi. Bagi saya, ini seharusnya sesederhana bernapas, tetapi sebenarnya
tidak dan saya benar-benar tidak menghargai fakta itu hingga saat ini," imbuhnya.
Namun, meski mengalami pasang surut, Osaka tetap menjaga perspektifnya, dan mengakhiri unggahannya dengan nada optimistis saat ia menatap Amerika Serikat (AS) Terbuka, turnamen yang telah ia menangi dua kali.
Baca juga : Tersingkir dari Wimbledon, Naomi Osaka Alihkan Fokus ke Olimpiade Paris 2024
"Selama ini, saya bertanya-tanya apa yang saya inginkan dari seluruh pengalaman ini dan saya menyadari sesuatu," ujar Osaka.
"Saya menyukai prosesnya (meski terkadang saya tidak menyukai prosesnya haha), bekerja setiap hari dan pada akhirnya memiliki kesempatan untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan."
"Saya tahu hidup tidak ada jaminannya jadi saya ingin melakukan yang terbaik yang saya bisa dengan waktu yang saya miliki; Saya ingin mengajari putri saya bahwa dia dapat mencapai banyak hal dengan kerja keras dan ketekunan. Saya ingin dia mencapai mimpi setinggi angkasa dan tidak pernah berpikir mimpinya terlalu besar."
"Tidak ada sesuatu pun yang bisa dijanjikan dalam hidup ini, tapi saya menyadari bahwa saya bisa berjanji pada diri sendiri untuk bekerja
sekeras yang saya bisa dan memberikan yang terbaik hingga akhir," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Jannik Sinner berpotensi menjadi petenis putra pertama yang memenangkan Sunshine Double sejak Roger Federer pada 2017.
Aryna Sabalenka, sukses mempertahankan gelarnya di turnamen WTA 1000 Miami Terbuka setelah menumbangkan unggulan keempat, Coco Gauff, lewat drama tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Apa persamaan pemenang Tony Award, pegulat profesional, penulis legendaris, dan bintang tenis dunia? Jawabannya adalah sama-sama mengidolakan BTS.
Aryna Sabalenka tampil dominan dan menyudahi perlawanan Naomi Osaka di babak 16 besar Indian Wells dengan skor 6-2 dan 6-4.
Naomi Osaka mencuri perhatian di Australia Terbuka 2026 dengan jaket ubur-ubur karya Robert Wun. Simak inspirasi di balik gaya ikoniknya di sini.
Naomi Osaka membutuhkan waktu 2 jam 22 menit untuk mengamankan kemenangan atas Antonia Ruzic lewat laga tiga set, 6-3, 3-6, dan 6-4 di putaran pertama Australia Terbuka.
Meski sulit, Naomi Osaka memilih untuk memprioritaskan waktu berkualitas bersama sang buah hati di tengah persiapan menjelang musim kompetisi tenis 2026.
Venus Williams, legenda tenis AS, comeback di usia 45 tahun untuk berlaga di Auckland Classic 2025, menegaskan semangat juangnya yang abadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved