Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Indonesia siap tempur pada ajang Piala Thomas & Uber 2024 yang berlangsung di Chengdu, Tiongkok, Sabtu (27/4). Manajer tim sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Ricky Soebagdja memastikan para pebulu tangkis Merah Putih dalam kondisi prima dan siap tempur.
"Sejauh ini sampai tadi latihan terakhir sebelum besok memulai pertandingan, kita bersyukur semua menjalankan program latihan dengan baik. Saya berpesan untuk terus menjaga kondisi dan kesehatan," kata Ricky.
"Secara kesiapan seluruh atlet sudah siap bertanding," imbuhnya.
Baca juga : Indonesia Pastikan Mengirimkan Wakil Bulu Tangkis ke Olimpiade Paris 2024
Tim Thomas Indonesia memulai laga pembuka di Crup C melawan Inggris sedangkan tim Uber menghadapi Hong Kong. Indonesia yang di atas kertas lebih difavoritkan pantang menganggap enteng lawan. Tim Indonesia juga wajib tampil solid.
"Pastinya pemilihan (pemain) berdasarkan siapa yang paling siap secara teknis maupun non teknis, kami juga akan menghitung bagaimana rekor pertemuan dan kebutuhan lainnya. Siapapun yang turun besok adalah yang terbaik," ujar Ricky.
"Karena ini adalah turnamen beregu jadi kerjasama tim harus solid, siapapun yang diturunkan harus mendapat dukungan penuh oleh semua," imbuh Ricky.
Baca juga : Rebut 2 Gelar di All England, PBSI Ingin Jaga Momentum
Kapten tim Fajar Alfian dan Apriyani Rahayu juga memfokuskan rekan-rekannya untuk menjaga kekompakan. Fajar yakin tim Thomas Indonesia berpeluang untuk kembali merebut gelar juara.
"Dengan kerjasama dan kekompakan saya rasa kans itu ada. Baik di tunggal maupun di ganda, kekuatan kami merata. Kami siap bertarung siapapun yang dipilih untuk turun," ujar Fajar.
"Kami di tim Uber akan memberikan yang terbaik melawan Hong Kong besok. Kami akan mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami punya," sambung Apri.
Faktor nonteknis yaitu mental juga terus disiapkan. Menurut koordinator psikolog tim ad hoc Olimpiade Paris 2024, Lilik Sudarwati yang ikut dalam rombongan tim, energi positif terus diberikan bagi para atlet. Tim psikolog juga mengupayakan agar para pemain rileks jelang laga.
"Jadi dari kami tim psikolog mencoba menanamkan energi positif untuk meningkatkan kekompakan tim. Kami juga menyiapkan anak-anak untuk tampil lebih rileks. Mau itu tunggal pertama, ganda pertama, tunggal kedua dan seterusnya memiliki beban yang sama dan peranan yang sama pentingnya juga," kata Lilik. (Dhk/Z-7)
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
FAJAR Alfian menatap peluang meraih hasil lebih baik pada BWF World Tour Finals 2025 dengan pasangan barunya, Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri menyebut performa Raymond/Joaquin sebagai harapan baru bagi keberlanjutan tradisi kuat sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia di level dunia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus absen dalam BWF World Tour Super 500 Kumamoto Masters karena terkendala visa.
GANDA putri Indonesia Lanny Tri Mayasari/Apriyani Rahayu menegaskan akan memfokuskan evaluasi pada aspek nonteknis setelah langkah mereka terhenti di semifinal Indonesia Masters 2026.
GANDA putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum berhasil menyusul Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari ke semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Apriyani/Lanny sukses mengamankan tiket perempat final Indonesia Masters usai mengalahkan wakil Hong Kong, Tsaing Hiu Yan/Yeung Piu Lam 21-17 dan 21-18.
Bertanding di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), pasangan kombinasi baru ini menang dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-13.
Keputusan ini diambilPBSI lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Rachel/Febi memenangi duel sesama wakil Merah Putih melawan Apri/Fadia dengan skor 21-10 dan 21-19 di perempat final Australia Terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved