Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Honda Racing (HRC) Marc Marquez tidak menghiraukan rumor terkait potensinya pindah ke tim balap baru di ajang MotoGP musim 2024.
"Dalam pikiran saya, saya cukup jelas. Dari sisi mental, saya tidak memiliki keraguan tentang diri saya atau apa yang terbaik untuk situasi ini," kata Marquez, dikutip dari keterangan resmi MotoGP, Jumat (29/9).
Ia tidak bicara secara terang-terangan terkait masa depannya di MotoGP musim mendatang. Namun, Marquez mengaku masih percaya diri dengan performanya di tim pabrikan Honda, walaupun awal musim ini cukup menantang baginya menyusul sejumlah kecelakaan yang menimpanya.
Baca juga: Marquez dan Mir Bawa Honda Percaya Diri Hadapi GP Jepang
"Kami bekerja bersama-sama, sangat sulit mendapatkan hasil terbaik sesegera mungkin. Target kami sama, yaitu untuk menemukan cara terbaik, dan mode terbaik untuk meningkatkan proyek (kemitraan) ini di masa depan," ujar Marquez.
"Di situlah kami bekerja sama, karena hubungan kami dengan Honda bukan sebatas pembalap dan pabrikan saja. Itu adalah hubungan spesial dengan kebersamaan bertahun-tahun, mereka telah memberi saya banyak hal, saya telah memberi mereka banyak hal. Ini adalah hubungan yang spesial," lanjutnya.
Lebih lanjut, juara dunia delapan kali itu mengatakan telah bicara dan bekerja sama dengan Honda untuk menemukan evaluasi dan perbaikan yang diperlukan demi mengarungi putaran-putaran akhir MotoGP tahun ini.
Baca juga: Quartararo Klaim Berhasil Naik Podium di GP India karena Manfaatkan Peluang
Ia mengaku cukup yakin dengan kemajuan yang diraih oleh tim sejauh ini, terlebih, pada MotoGP India, pekan lalu, ia berhasil berdiri di atas podium Sprint dan cukup kompetitif di balapan utama.
"India adalah akhir pekan yang sangat bagus bagi seluruh tim Repsol Honda dan itu sangat penting bagi tim. Di pihak saya, kami bekerja dengan baik, ini adalah akhir pekan yang solid terlepas dari kecelakaan kecil di Tikungan 1," ungkap Marquez.
"Saya menikmatinya. Ketika Anda berada di lima besar, enam besar, itu perasaan yang berbeda dan Anda bisa berkendara dengan cara yang berbeda, bahkan mentalitas Anda benar-benar berbeda. Tapi saya tidak pernah menyerah. Komitmen saya tetap sama," imbuhnya.
Sementara itu, MotoGP Jepang bergulir mulai Jumat (29/9) hingga Minggu (1/10) di Sirkuit Motegi. (Ant/Z-1)
Honda menegaskan arah strategi produknya yang tidak hanya berfokus pada peluncuran model baru,
Kabar mengenai kepindahan Fabio Quartararo mencuat setelah adanya laporan yang menyebutkan ia telah menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda.
CEO Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, menegaskan bahwa musim 2026 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
Program ini menawarkan berbagai kemudahan yang dirancang untuk membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih cepat dan nyaman selama pameran.
Kemenangan Honda Prelude e:HEV sebagai hasil dari keseimbangan antara desain dan performa.
Honda HRC kini tengah menggenjot pengembangan prototipe dari Honda RC213V dengan spesifikasi 2026 yang telah diuji coba oleh Luca Marini di Sirkuit Misano pada September.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved