Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic mengakui memandang dirinya sebagai favorit untuk menjadi juar Wimbledon meski petenis Serbia itu tidak mau terdengar arogan.
Petenis peringkat dua dunia itu melaju ke semifinal Wimbledonnya yang ke-12 dan semifinal Grand Slam untuk ke-46 kalinya setelah mengalahkan petenis Rusia Andrey Rublev, Selasa (11/7).
Djokovic, yang memburu gelar kedelapan di All England Club dan gelar Grand Slam ke-24, menang dengan skor 4-6, 6-1, 6-4, dan 6-3 atas Rublev dan akan berhadapan dengan petenis Italia Jannik Sinner di laga semifinal Wimbledon.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal Wimbledon untuk Ke-12 Kalinya
Djokovic kini telah mencapai jumlah semifinal Grand Slam sama seperti Roger Federer, yang telah pensiun.
"Saya tidak mau terdengar arogan namun tentu saja saya memandang diri saya sebagai favorit juara," kata Djokovic.
"Melihat hasil yang saya raih sepanjang karier saya, dengan saya menjuarai empat Wimbledon terakhir, saya memandang diri saya favorit," lanjutnya.
Baca juga: Agar tidak Terkena Pembatasan Waktu, Djokovic Minta Laga Wimbledon Digelar Lebih Siang
Petenis berusia 36 tahun itu tampil di laganya yang ke-400 di turnamen Grand Slam, Selasa (11/7), dan menegaskan dirinya menikmati menjadi petenis yang ingin dikalahkan petenis lainnya.
"Saya sangat menyukainya. Setiap petenis ingin berada di posisi ketika petenis lain ingin mengalahkannya," ujar Djokovic usai mempertahankan rekor tidak terkalahkan di Centre Court sejak 2013.
"Tekanannya tidak pernah hilang setiap kali saya masuk ke lapangan. Mereka ingin mengalahkan saya namun saya tidak akan membiarkannya," tegasnya.
Rublev, yang berperingkat tujuh dunia, kini kalah di delapan perempat final turnamen Grand Slam yang dicapainya.
"Saya memiliki kesempatan namun tidak berhasil memanfaatkannya. Adapun dia berhasil memanfaatkan peluang yang didapatnya. Itulah mengapa dia adalah Novak, salah satu petenis terbaik sepanjang sejarah," ungkap Rublev.
Meski Djokovic percaya diri, dia masih akan menghadapi lawan berat. Petenis peringkat satu dunia Carlos Alcaraz masih bertahan dan akan menghadapi Holger Rune di perempat final, hari ini, Rabu (12/7).
Daniil Medvedev, yang merusak upaya Djokovic memenangkan empat gelar Grand Slam dalam satu tahun, akan menghadapi petenis nonunggulan Christopher Eubanks di laga perempat final Wimbledon. (AFP/Z-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Novak Djokovic menyingkirkan wakil AS Aleksandar Kovacevic dengan skor 6-4, 1-6, dan 6-4 pada pertandingan yang berlangsung Senin (10/3) waktu setempat.
Carlos Alcaraz memperpanjang rekor tak terkalahkan di 2026, sementara Novak Djokovic harus bermain tiga set untuk melaju ke babak ketiga Indian Wells Masters.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved