Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Langkah ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berjalan mulus di babak pertama All England 2023.
Mereka berhasil memetik kemenangan mudah atas pasangan Brasil Jaqueline Lima/Samia Lima dengan dua gim langsung 21-12, 21-14.
Apri/Fadia mengakui bahwa level lawan yang dihadapi memang masih berada di bawah mereka. Hal itu membuat keduanya menjadikan pertandingan perdana itu sebagai cara menyesuaikan diri dengan kondisi di Utilita Arena Birmingham.
Baca juga: Praveen Mengaku Sudah Kembali ke Kondisi 100 Persen Pascaoperasi
"Kami masih banyak beradaptasi dengan shuttlecock dan kondisi lapangan. Secara lawan memang masih di bawah kami tapi bukan berarti meremehkan mereka. Kami tetap harus fokus dan menekan mainnya," kata Fadia melalui keterangan resmi, Kamis (16/3).
Apri/Fadia bersyukur karena mendapat kemenangan mudah pada awal turnamen BWF Super 1000 tersebut, terutama Fadia yang sangat bersemangat kala turun di All England untuk pertama kalinya.
Baca juga: Leo/Daniel Senang Akhiri Rekor Kekalahan dari Aaron/Soh
Meski begitu mereka sempat terbawa suasana permainan sehingga tidak menyadari bahwa mereka dalam kondisi tegang. Beruntung sang pelatih langsung memberi arahan kepada Apri/Fadia agar tetap fokus.
"Pelatih sempat mengingatkan untuk tidak tegang, padahal kami mungkin merasakan biasa saja. Tapi di pinggir lapangan pelatih bisa lihat tanpa kami sadari bahwa kami sebenarnya tegang. Jadi tadi langsung komunikasi sama Fadia dan alhamdulillah bisa mengeluarkan permainan yang baik dan tanpa cedera," tutur Apri.
Apri/Fadia kini langsung mengalihkan fokus kepada calon lawan mereka pada babak 16 besar, Supissara Paewsampran/Puttita Supajirakul asal Thailand. Kualitas mumpuni sang lawan benar-benar harus diwaspadai pasangan yang menjuarai Malaysia Open 2023 itu.
"Dari sejak di Jakarta, kami sudah mengetahui undian kami. Siapa saja calon lawan-lawan, tapi kami tidak mau berpikir terlalu jauh. Kami mau fokus satu-satu dulu. Besok ketemu pasangan Thailand dengan kualitas mumpuni tapi kami sudah siap," tandas Apri. (Ant/Z-11)
Bertanding di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), pasangan kombinasi baru ini menang dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-13.
Keputusan ini diambilPBSIĀ lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Rachel/Febi memenangi duel sesama wakil Merah Putih melawan Apri/Fadia dengan skor 21-10 dan 21-19 di perempat final Australia Terbuka.
Apriyani/Fadia memastikan tiket putaran kedua Kumamoto Masters setelah menang mudah 21-12 dan 21-18 atas ganda putri Jepang Sayaka Hirota/Haruna Konishi.
Apri/Fadia menang 21-11 dan 21-17 atas Isyana/Rinjani di laga final Indonesia Masters II di GOR PBSI Sumatra Utara, Medan, Minggu (26/10).
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melaju ke babak semifinal Indonesia Masters II.
LANGKAH mantap diawali pasangan ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada babak pertama Indonesia Masters 2026.
Fadia sudah mengeluhkan kondisi tidak fit saat akan tampil pada perempat final Super 750 Jepang Terbuka 2025, pekan lalu.
PEBULU tangkis Siti Fadia Silva Ramadhanti fokus pada penguatan persiapan individu jelang Piala Sudirman 2025 yang akan berlangsung di Tiongkok pada 27 April-4 Mei.
PASANGAN ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari menang di babak 32 besar Orleans Masters 2025.
Menurut Siti Fadia Ramadhanti, bermain rangkap memberinya kesempatan untuk lebih memahami posisi-posisi yang harus diambil saat bertanding.
Di laga Indonesia Masters yang berlangsung selama 37 menit itu, Dejan/Fadia harus mengakui keunggulan Goh/Lai melalui dua gim langsung 16-21 dan 15-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved