Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH mantap diawali pasangan ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada babak pertama Indonesia Masters 2026.
Menghadapi wakil Thailand, Ornnicha Jongsathapornparn/Sukkitha Suwachai, duet baru Indonesia ini menang dua gim langsung 21-8, 21-15 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Kemenangan ini menjadi debut manis bagi mereka di tahun 2026 setelah pelatih melakukan perombakan besar-besaran di sektor ganda putri.
Meski sempat dipasangkan pada ajang Piala Sudirman, turnamen ini menjadi ujian perdana konsistensi mereka sebagai pasangan tetap.
Fadia mengungkapkan bahwa kemenangan tersebut tidak diraih tanpa kendala. Perubahan kondisi angin di lapangan Istora sempat membuat mereka harus bekerja ekstra untuk menyesuaikan diri di awal laga.
"Cukup senang dengan hasil hari ini. Karena ada perbedaan kondisi angin, awal-awal tadi sempat menyesuaikan kondisi lapangan dulu. Sejauh ini komunikasi aman, hanya tinggal mematangkan rotasi di lapangan," ujar Fadia usai laga.
Tiwi pun mengamini hal tersebut. Baginya, bertandem dengan pemain berpengalaman seperti Fadia adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan maksimal.
"Di depan net, Kak Fadia sangat cepat seperti wiper. Pengalamannya jauh di atas saya. Saya harus bisa mengimbangi dan terus belajar," kata Tiwi.
Keputusan pelatih untuk memecah pasangan lama, seperti Fadia dengan Apriyani Rahayu maupun Tiwi dengan Lanny Tria Mayasari, dinilai sebagai upaya mencari komposisi terbaik. Fadia menyebut bahwa saat ini ada empat pasangan baru di ganda putri yang diberi kesempatan serupa.
"Mungkin ini yang terbaik menurut pelatih saat ini dan ini sudah menjadi kemauan bersama setelah komunikasi. Kami sudah ada jadwal untuk satu tahun ini, tetapi fokus kami sekarang adalah melihat sejauh mana level kami melalui proses di setiap pertandingan," tutur Fadia.
Selain soal teknis, kedua pemain juga memuji atmosfer Indonesia Masters tahun ini yang dinilai lebih meriah dibandingkan edisi sebelumnya. Dukungan penuh penonton di Istora menjadi energi tambahan bagi mereka untuk menatap babak selanjutnya.
"Tahun ini lebih meriah, penontonnya lebih ramai, dan fasilitasnya sangat bagus," pungkas Fadia. (I-2)
Bertanding di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), pasangan kombinasi baru ini menang dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-13.
Kepastian tersebut menyusul terciptanya duel sesama wakil Merah Putih antara pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang akan menantang unggulan ketiga
Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di Indonesia Masters 2026 tidak dimulai dengan jalan mulus
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
PASANGAN ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atau fajar/fikri mengawali petualangan mereka di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026 dengan hasil gemilang.
Keputusan ini diambilPBSI lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Ana/Trias menang meyakinkan 21-11 dan 21-16 atas pasangan Jepang Rui Hirokami/Sayaka Hobara di perempat final Australian Terbuka 2025.
Ganda putri bulu tangkis Indonesia Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi menyerah dari wakil Jepang Arisa Igarashi/Chiharu Shida dengan skor 13-21, 21-15, dan 12-21 di Arctic Terbuka.
Ana/Tiwi menyingkirkan wakil Skotlandia Julie Macpherson/ Clara Torrance dua gima langsung dengan skor 21-17 dan 21-14 di putaran pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris.
Pertemuan sesama wakil Merah Putih itu akan mempertemukan unggulan kedelapan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi melawan pasangan muda Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved