Senin 12 September 2022, 10:11 WIB

Usai Juarai AS Terbuka, Alcaraz Bertekad Raih Lebih Banyak Gelar Grand Slam

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Usai Juarai AS Terbuka, Alcaraz Bertekad Raih Lebih Banyak Gelar Grand Slam

AFP/Julian Finney/Getty Images
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz

 

CARLOS Alcaraz, Senin (12/9) WIB, mengaku masih lapar gelar setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya di Amerika Serikat (AS) Terbuka dan mencetak sejarah sebagai petenis putra termuda yang menduduki peringkat satu dunia.

Petenis Spanyol berusia 19 tahun itu mengalahkan petenis Norwegia Casper Ruud 6-4, 2-6, 7-6 (7/1), dan 6-3 di laga final untuk menjadi petenis putra termuda yang menjadi juara Grand Slam setelah Rafael Nadal kala menjadi juara Prancis Terbuka 2005.

"Saat ini, saya sedang menikmati momen. Saya menikmati memegang trofi ini di tangan saya. Meski begitu, saya masih lapar untuk meraih lebih banyak gelar," ujar Alcaraz, remaja pertama yang menjadi petenis nomor satu dunia.

Baca juga: Jadi Juara AS Terbuka, Alcaraz Duduki Peringkat Satu Dunia

"Saya ingin menjadi nomor satu untuk beberapa pekan ke depan dan semoga untuk beberapa tahun ke depan. Saya akan kembali bekerja keras selepas pekan ini. Saya akan berjuang karena ingin merasakan lagi apa yang saya rasakan saat ini," lanjutnya.

Alcaraz menjadi juara AS Tebruka setelah memenangkan gelar Masters di Miami dan Madrid, tempat dia menang atas Rafael Nadal dan Novak Djokovic secara beruntun, serta di Rio dan Barcelona.

"Sejak menjadi juara di Miami, saya merasa saya berpeluang menjadi juara Grand Slam. Sebelumnya, saya merasa masih harus banyak belajar," ungkap Alcaraz.

Namun, rasa percaya diri Alcaraz itu pupus setelah dia tersingkir di 16 besar Wimbledon, kalah di putaran pertama Montreal Masters, dan kemudian di perempat final Cincinnati.

"Di Montreal dan Cincinnati, saya kehilangan kegembiraan bermain tenis. Saya merasa tertekan. Saya tidak bisa tersenyum karena saya bermain di banyak turnamen," ungkap Alcaraz.

"Saya datang ke sini untuk menikmati pertandingan dan tersenyum. Jika, say bermain dengan penuh kegembiraan, saya bisa memberikan penampilan terbaik saya," imbuhnya.

Pelatih Alcaraz, Juan Carlos Ferrero mengatakan anak asuhnya itu terlahir untuk bermain di turnamen Grand Slam.

"Saya rasa dia baru berada dalam tingkat 60% dari kemampuannya. Dia masih bisa terus berkembang. Kami akan terus bekerja keras," tegasnya.

"Saat dia menjadi petenis nomor satu dunia, pekerjaan belum selesai.
 Anda harus terus bekerja keras, bermain di level tertinggi, dan terus meraih kemenangan."

"Saya akan terus mengingatkan dia mengenai hal itu," lanjut Ferrero.

Ferrero merupakan juara Prancis Tebruka 2003, tahun kelahiran Alcaraz.

Dia telah melatih juara baru AS Terbuka itu sejak dia berusia 15 tahun. (AFP/OL-1)

Baca Juga

DOK PERTAMINA ENDURO

Pertamina Enduro Kembali Hadir di GP Indonesia

👤Budi Ernanto 🕔Senin 02 Oktober 2023, 15:24 WIB
Pertamina Enduro mengajak lebih dari 150 mitra seperti mekanik bengkel, distributor, influencers serta konsumen segmen industri untuk...
AFP

Raih Podium di Moto GP Jepang, Marquez Kian Percaya Diri

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 02 Oktober 2023, 10:08 WIB
Pembalap Repsol Honda (HRC) Marc Marquez mengaku semakin percaya diri untuk menghadapi sisa musim 2023 setelah finis di posisi tiga pada...
Antara

Gagal di Asian Games Hangzhou, Dua Lifter Nasional Fokus ke Olimpiade

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 02 Oktober 2023, 07:38 WIB
Dua lifter putra Indonesia, Eko Yuli Irawan dan Ricko Saputra akan mulai fokus memperbutkan tiket ke Olimpiade Paris 2024 di kelas 61kg...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

MI TV

Selengkapnya

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya