Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Serbia Djokovic dan Nick Kyrgios sepakat untuk bertemu dan makan malam bersama setelah final Wimbledon dengan perjanjian sang pemenang harus membayar seluruh tagihan.
Djokovic dan Kyrgios akan melakoni pertarungan yang dinanti-nanti di All England Club saat petenis Serbia itu sedang mengincar gelar ketujuh di Wimbledon, sedangkan Kyrgios berupaya meraih titel pertamanya di ajang grand slam.
Kesepakatan untuk makan malam bersama bermula saat kedua pemain bertemu dalam sesi latihan dan pembahasan kemudian berlanjut pada sebuah obrolan di media sosial.
"Butuh waktu lima tahun bagi kamu untuk mengatakan sesuatu yang baik tentang saya," kata Djokovic, yang pernah berselisih paham dengan Kyrgios.
"Tapi saya membela kamu ketika berkaitan dengan hal-hal penting," ujar Kyrgios menimpali.
Djokovic lantas bertanya, "Apakah kita sudah menjadi teman?" sebelum akhirnya menawarkan petenis Australia itu untuk bertemu dengannya.
Baca juga: Juara Wimbledon, Rybakina Cetak Sejarah
"Apabila kamu mengundang saya untuk minum atau makan malam, saya mau. Dengan catatan, pemenang final nanti harus membayar semuanya," kata Djokovic yang langsung disambut persetujuan Kyrgios.
Hubungan Djokovic dan Kyrgios sempat tidak baik ketika petenis Australia itu mengkritik pelaksanaan tur tenis Adria yang diinisiasi Djokovic di tengah pandemi covid-19.
Kyrgios menuduh Djokovic sebagai penyelenggara yang kurang memiliki jiwa kepemimpinan dan kerendahan hati.
Djokovic pada tahun lalu bahkan mengatakan bahwa di luar lapangan dirinya tidak terlalu respek terhadap Kyrgios.
Meski sempat berseteru, Kyrgios justru menjadi salah satu sedikit petenis yang mendukung Djokovic yang terlibat dalam kontroversi status vaksinasi covid-19 untuk tampil di Australian Open sebelum akhirnya dideportasi dari Negeri Kanguru itu pada Januari lalu.
"Saat ini kami menjadi bromance. Aneh rasanya," ucap Kyrgios seperti dikutip AFP. (S-2)
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Jakub Mensik, yang kini berusia 20 tahun, tampil percaya diri untuk menyudahi perlawanan Jannik Sinner dengan skor 7-6 (3), 2-6, dan 6-3 di perempat final Qatar Terbuka.
Carlos Alcaraz memastikan tempat di semifinal Qatar Terbuka setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Karen Khachanov tiga set 6-7 (3-7), 6-4, dan 6-3.
Kemenangan dalam durasi 85 menit ini memperpanjang catatan impresif Jannik Sinner menjadi 50 kemenangan beruntun melawan petenis di luar peringkat 50 besar dunia.
Setelah sukses merengkuh gelar Australia Terbuka bulan lalu, Carlos Alcaraz kini mencatatkan rekor fantastis dengan 27 kemenangan beruntun di lapangan keras luar ruangan.
Petenis Filipina Alexandra Eala menumbangkan petenis veteran Rumania, Sorana Cirstea, di putaran ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships, Kamis (19/2) WIB.
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved