Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia Novak Djokovic, Kamis (6/1) berhasil membuat keputusan deportasi dirinya dari Australia ditunda. Meski begitu, petenis Serbia itu harus menghabiskan waktu di tahanan imigrasi dalam upaya bertahan di 'Negeri Kangguru' itu.
Djokovic ditahan di Bandara Tullamarine, Melbourne karena gagal menunjukkan bukti telah mendapatkan vaksinasi covid-19 penuh atau mendapatkan pengecualian medis untuk masuk ke Australia.
Djokovic mendarat di Australia pada Rabu (5/1) dalam upaya mempertahankan gelar di Australia Tebruka dan memenangkan gelar Grand Slam yang ke-21.
Baca juga: Imbas dari Penolakan Novak Djokovic, Presiden Serbia Kecam Australia
Namun, ketimbang mendapatkan sambutan meriah, Djokovic diinterogasi di bandara setelah visanyadicabut dan petenis itu dipindahkan ke tahanan imigrasi Melbourne sembari menunggu dideportasi.
Setelah sidang darurat secara daring, hakim memerintahkan petenis itu tidak dideportasi sebelum Senin (10/1) saat sidang mengenai bisa tidaknya dia masuk Australia akan digelar.
Dengan Australia Terbuka akan digelar dalam tempo 10 hari, tidak diketahui apakah Djokovic akan bisa tampil di turnamen Grand Slam itu bahkan jika dia menang di pengadulan.
Hakim Anthony Kelly menegaskan hukum akan berjalan sesuai jadwal tanpa mempedulikan status Djokovic.
Selama beberapa bulan terakhir muncul spekulasi mengenai apakah Djokovic akan berlaga di Australia terbuka karena aturan vaksin covid-19 di negara itu.
Pasalnya, petenis berusia 34 tahun itu menolak mengungkapkan status vaksinasinya. Dia juga mengaku menolak vaksinasi cvid-19.
Kemudian, awal pekan ini, Djokovic pamer di media sosialnya bahwa dia mendapatkan dispensasi medis untuk tampil di Australia Terbuka.
Aksi Djokovic itu memancing kemarahan di Australia, saat warga tidak bisa melakukan perjalanan atau berkumpul bersama keluarga selama dua tahun karena covid-19.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison, yang berada di bawah tekanan karena meroketnya kasus covid-19 di negaranya, membela keputusan 'Negeri Kangguru' itu unbtuk mencabut visa Djokovic.
"Aturan adalah aturan, tidak ada orang yang istimewa," tegas Morrison.
Pemerintah Australia tidak menyebut bukti apa yang gagal ditunjukkan Djokovic namun dispensasi medis harus didampingi dengan surat pernyataan dokter dan alasan jelas mengapa seseorang tidak divaksin.
Rafael Nadal menyebut rivalnya itu harus bertanggung jawab penuh atas keputusannya menolak divaksin.
"Dia membuat keputusan untuk tidak divaksin. Semua orang berhak membuat keputusan itu namun pasti ada konsekuensinya," ungkap Nadal. (AFP/OL-1)
Kurniahu Tjio Kay Kie, mantan atlet sekaligus ayahanda dari legenda ganda putra Marcus Fernaldi Gideon, meninggal dunia pada Kamis (29/1) dini hari.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Jessica Pegula menang dua set langsung 6-2 dan 7-6 (7-1) sekaligus menghentikan langkah Amanda Anisimova di perempat final Australia Terbuka
Jessica Pegula melaju ke perempat final Australia terbuka setelah menumbangkan juara bertahan Madison Keys. Pegula tampil klinis dan kini bidik gelar Grand Slam perdana.
Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Australia Terbuka ke-13 kalinya secara beruntun, usai menaklukkan Victoria Mboko dan samai rekor Novak Djokovic.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved