Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP tim Ducati Francesco Bagnaia kembali menunjukkan kehebatannya di ajang MotoGP. Pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut sukses merebut pole position MotoGP Emilia-Romagna setelah menjadi yang tercepat dalam kualifikasi di Misano World Circuit Marco-Simoncelli, Italia, Sabtu (23/10).
Pecco mencatat waktu 1 menit 33,045 detik dan emmastyikan dirinya akan menempati posisi terdepan dalam balaan besok. Sedangkan posisi start kedua ditempati rekan setim Pecco, Jack Miller disusul Luca Marini pembalap tim VR46 Avintia Ducati, Luca Marini di posisi tiga.
Ini menjadi pole position keempat beruntun yang diraih pembalap Italia tersebut. Sebelumnya Pecco juga meraih pole positiuon di MotoGP San Marino, Jepang, Amerika Serikat.
Sukses menempati pole position membuat peluang Pecco untuk mempersempit jarak dengan Fabio Quartararo di klasemen pembalap terbuka lebar. Pasalnya, pembalap tim Yamaha itu tampil buruk di babak kualifikasi dan hanya mampu menempati posisi 15.
Dengan start dari posisi terdepan dan Quartararo dari posisi 15, Pecco berpeluang besar menjadi juara dan mengulang sukses meraih podium utama seperti yang dilakukananya di MotoGP San Marino yang juga berlangsung di Misano World Circuit Marco-Simoncelli, September lalu. Di klasemen pembalap, saat ini Pecco yang berada di posisi dua terpaut 52 poin dari Quartararo yang berada di posisi puncak. (AFP/OL-15)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved