Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SITI Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto bertanding dengan berbekal inspirasi semangat dan daya juang senior mereka, Greysia Polii/Apriyani Rahayu di partai keempat pertandingan perempat final Piala Uber 2020 antara Indonesia dan Thailand.
Berbekal etos dan inspirasi dari peraih medali medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, Siti Fadia/Ribka bisa bermain penuh semangat. Mereka juga pantang menyerah saat menghadapi Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai.
Lewat laga yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10) pagi WIB, Fadia/Ribka akhirnya menang 21-19, 15-21, dan 21-15 dalam 76 menit. Kemenangan ini membuat skor Indonesia dan Thailand menjadi 2-2.
Baca juga: Fadia/Ribka Bawa Indonesia Samakan Kedudukan dengan Thailand
"Kami memang meneladani Kak Greysia dan Kak Apriyani. Mereka menjadi sumber inspirasi kami. Setiap hari kami latihan bersama dan melihat bagaimana semangat kedua pemain senior itu," kata Fadia dalam keterangan resmi PP PBSI.
Ribka menambahkan, sebagai pemain, seniornya tersebut bisa memberikan teladan dan semangat setiap berlatih dan bertanding. Semangat itulah yang mereka bawa saat mengalahkan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanacha, yang berada di rangking 22 dunia tersebut.
"Kak Greysia dan Kak Apriyani terus membimbing dan memberi semangat kepada kami," kata Ribka.
Dengan keberhasilan menyumbangkan angka tersebut, baik Ribka maupun Siti Fadia mengaku senang bisa menang dan mempersembahkan angka untuk skuat Merah-Putih. Pasangan rangking 34 dunia itu mengaku puas dengan performa mereka.
Sebelumnya, ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sudah lebih dulu menyumbang angka bagi Skuad Merah Putih dengan kemenangan 21-17, 17-21, dan 21-19 atas Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.
Dengan kemenangan tersebut, pasangan itu mengatakan ingin mewariskan keteladanan.
"Dari awal, kami sudah siap bahwa lawan memiliki kualitas. Setiap ketemu poinnya juga tidak pernah jauh. Selalu ramai terus. Kami harus siap capek dan mau menang dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,"]
kata Apriyani usai pertandingan melalui keterangan pers PP PBSI.
"Kita bersyukur bahwa kemenangan ini bukan hanya untuk kami sendiri, tetapi juga memberi poin untuk tim Uber Indonesia, sehingga adik-adik yang lain bisa main dan punya kesempatan memberikan yang terbaik. Itulah harapan kami terhadap tim Uber Indonesia ini," timpal Greysia.
Greysia mengatakan, bisa jadi perebutan Piala Uber 2020 merupakan yang terakhir baginya. Karena itu, dia ingin memberikan warisan terbaik.
"Kami ingin mewariskan siapa tahu ini Piala Uber terakhir saya, sehingga saya bisa mewariskan ke adik-adik. Mereka tidak saja melihat saya bermain tetapi bisa ikut merasakan bermain di ajang yang demikian besar seperti di Piala Uber. Berkat kemenangan, saya memberi kesempatan kepada adik-adik untuk bermain dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," pesan Greysia. (Ant/OL-1)
Dengan dukungan tim pelatih berpengalaman, HSBC Coaching Clinic 2025 diharapkan menjadi wadah inspiratif yang mampu mengembangkan minat, keahlian, dan aspirasi generasi muda.
MERAYAKAN Hari Perempuan Internasional, Nestlé Indonesia memperingati dampak perempuan dalam setiap peran melalui talkshow inspiratif International Women’s Day 2025
Greysia menunjukkan semangat dan konsistensi tinggi menjadi kunci untuk meraih mimpi
Greysia Polii mengungkapkan dirinya banjir air mata saat melihat prestasi luar biasa ini, terutama karena emas yang diraih bukan berasal dari cabang bulu tangkis.
Mantan pemain bulu tangkis Indonesia Greysia Polii menilai ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti bisa melangkah jauh di Olimpiade 2024 mendatang.
Buku biografi ini menceritakan berbagai kisah Greysia Polii di balik lapangan, peluh, dan tangis yang berujung senyum di podium juara, termasuk rumitnya polemik antarpemain ganda
Keputusan ini diambilPBSI lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Rachel/Febi memenangi duel sesama wakil Merah Putih melawan Apri/Fadia dengan skor 21-10 dan 21-19 di perempat final Australia Terbuka.
Apriyani/Fadia memastikan tiket putaran kedua Kumamoto Masters setelah menang mudah 21-12 dan 21-18 atas ganda putri Jepang Sayaka Hirota/Haruna Konishi.
Apri/Fadia menang 21-11 dan 21-17 atas Isyana/Rinjani di laga final Indonesia Masters II di GOR PBSI Sumatra Utara, Medan, Minggu (26/10).
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melaju ke babak semifinal Indonesia Masters II.
Apri/Fadia melangkah ke babak kedua Korea Terbuka setelah menghajar ganda Hong Kong Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dua gim langsung 21-18 dan 21-6.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved