Minggu 01 Agustus 2021, 11:00 WIB

Gagal Tes Doping, Sprinter Nigeria dan Kenya Dicoret dari Olimpiade Tokyo 2020

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Gagal Tes Doping, Sprinter Nigeria dan Kenya Dicoret dari Olimpiade Tokyo 2020

AFP/Giuseppe CACACE
Sprinter Nigeria Blessing Okagbare

 

SPRINTER putri Nigeria Blessing Okagbare dan spesialis 100 meter Kenya Mark Odhiambo didepak dari Olimpiade Tokyo 2020 setelah hasil tes menunjukkan mereka menggunakan doping.

Okagbare, yang seharusnya berlari di laga semifinal 100 meter putri, Sabtu (31/7), dinyatakan positif menggunakan hormon pertumbuhan.

Okagbare, 32, yang merupakan peraih medali perak lompat jauh Olimpiade Beijing 2008, gagal tes doping pada 19 Juli atau empat hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.

Baca juga: Selepas Raih Emas di Olimpiade, Van Vleuten Juara di San Sebastian

Odhiambo seharusnya berbaris untuk pemanasan lari 100 meter putra tetapi diskors setelah dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik, kata Badan Tes Internasional (ITA).

"Atlet itu sudah diberitahu soal kasus ini dan telah ditangguhkan sementara sampai penyelesaian masalah sesuai dengan Kode Antidoping Dunia dan Aturan Antidoping IOC," kata ITA seperti dikutip AFP.

Odhiambo, yang berusia 28 tahun dan memiliki waktu terbaik 10,05 detik itu, menggugat hasil tes doping tersebut dan kasusnya kini sudah dirujuk ke divisi antidoping Mahkamah Arbitrase Olahraga yang berkantor pusat di Lausanne.

Kenya masuk kategori A dalam daftar pantauan Badan Antidoping Dunia terhadap negara-negara yang dianggap memiliki risiko doping tertinggi dan para atletnya harus menjalani tes ketat agar memenuhi syarat bisa berlomba dalam Olimpiade dan kejuaraan dunia.

Sekretaris utama olahraga Kenya Joe Okudo mengatakan kementeriannya telah menerima laporan resmi mengenai temuan analisa yang merugikan pada sampel yang dikumpulkan dari sang atlet pada 28 Juli ketika berada di Perkampungan Atlet Olimpiade.

"Kementerian masih menunggu kesimpulan dari banding yang diajukan sang atlet dan menekankan tekad pemerintah dalam memerangi doping," kata Okudo.

Doping sangat mempengaruhi cabang olahraga paling sukses di Kenya dengan lebih dari 60 atlet diskors selama lima tahun terakhir karena pelanggaran yang mencakup kegagalan mengungkapkan keberadaan mereka kepada penguji antidoping.

Dua pelari yang tidak memenuhi syarat telah dikeluarkan dari skuad Kenya sebelum berangkat ke Tokyo.

Di antara atlet top yang akan dikenai sanksi karena pelanggaran doping adalah juara maraton putri Olimpiade 2016 Jemima Sumgong, peraih medali emas 1.500 meter putra Olimpiade 2008 Asbel Kiprop, dan mantan juara maraton Boston tiga kali Rita Jeptoo. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Tomny Sugiarto Melaju di Denmark Open

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:56 WIB
Pada babak 16 besar, Tommy berpotensi bertemu wakil Indonesia lainnya yaitu Anthony Sinisuka...
Badminton Photo

Marcus Kevin Melaju Mulus di Denmark Open

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:36 WIB
Kevin/Marcus menghadapi ganda putra Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov dan sukses mengantongi kemenangan lewat 21-14,...
MI/Susanto

PON XX Mengambarkan Persatuan dan Kesatuan Indonesia di Papua  

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:13 WIB
"Pelaksanaan PON mengambarkan persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga menjadi tolak ukur dan memperbaiki citra...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya