Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mengalami kekalahan mengejutkan di putaran pertama Prancis Terbuka, akhir Mei lalu, Dominic Thiem bertekad tampil lebih baik di ajang Wimbledon.
Petenis peringkat lima itu tersingkir dari Roland Garros setelah kalah dalam pertarungan lima set 6-4, 7-5, 3-6, 4-6, dan 4-6 dari petenis Spanyol Pablo Andujar.
Thiem mengatakan dirinya, kini, berfokus memperbaiki teknik permainanya agar kejadian serupa tidak terulang di turnamen Grand Slam lapangan rumput Wimbledon.
Baca juga: Andy Murray Berharap Wimbledon 2021 Bukan Edisi Terakhirnya
"Usai Roland Garros, saya langsung kembali ke lapangan latihan selama hampir dua minggu untuk memperbaiki tembakan saya lagi. Karena saya bermain tidak seperti yang saya harapkan di Roland Garros," sebut Thiem dilansir dari ATPtour, Rabu (23/6).
Kurang dari satu pekan menjelang putaran pertama Wimbledon digelar, 28 Juni 2021, Thiem mengatakan, saat ini, ia merasa tembakannya sudah jauh lebih baik dan berharap dapat mendapatkan hasil terbaik di turnamen Grand Slam lapangan rumput itu.
"Di rumput, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Yang paling penting, saat ini, adalah memperbaiki tembakan saya dan meningkatkan gerak kaki saya agar dapat bergerak dengan baik di Lapangan," sebut Thiem
"Sekarang saya merasa tembakan saya jauh lebih baik, juga dengan gerak kaki saya. Saya berlatih di lapangan rumput di Austria dan saya merasa cukup baik sekarang," imbuhnya.
Thiem telah memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di Amerika Serikat (AS) Terbuka, September lalu, dengan mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev. Namun, pada musim ini, performa Thiem mengalami penurunan. Di 4 dari 8 turnamen yang diikutinya, petenis Austria itu terhenti di putaran pertama.
Kendati demikian, ia menyebutkan kini kondisinya dalam keadaan baik-baik saja dan bersiap untuk mencoba memberikan penampilan terbaiknya di Wimbledon pekan depan.
"Tapi seiring berjalannya waktu, itu menjadi lebih baik dan lebih baik. Dan sekarang, saya dalam kondisi baik-baik saja, saya memang tidak bermain cukup baik di Prancis Terbuka. Tapi Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi nantinya, saya hanya akan mencoba untuk mendapatkan kepercayaan diri itu kembali dan berlatih dengan keras agar bermain dengan baik di pertandingan nanti," tukasnya. (ATPtour/OL-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Jakub Mensik, yang kini berusia 20 tahun, tampil percaya diri untuk menyudahi perlawanan Jannik Sinner dengan skor 7-6 (3), 2-6, dan 6-3 di perempat final Qatar Terbuka.
Carlos Alcaraz memastikan tempat di semifinal Qatar Terbuka setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Karen Khachanov tiga set 6-7 (3-7), 6-4, dan 6-3.
Kemenangan dalam durasi 85 menit ini memperpanjang catatan impresif Jannik Sinner menjadi 50 kemenangan beruntun melawan petenis di luar peringkat 50 besar dunia.
Setelah sukses merengkuh gelar Australia Terbuka bulan lalu, Carlos Alcaraz kini mencatatkan rekor fantastis dengan 27 kemenangan beruntun di lapangan keras luar ruangan.
Petenis Filipina Alexandra Eala menumbangkan petenis veteran Rumania, Sorana Cirstea, di putaran ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships, Kamis (19/2) WIB.
Janice Tjen, yang berduet dengan petenis Rep Ceko, Marie Bouzkova, menunjukkan mentalitas baja saat menghadapi pasangan Jiang Xinyu (Tiongkok) dan Ulrikke Eikeri (Norwegia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved