Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK penduduk Tokyo, Jepang merasa khawatir Olimpiade bisa diselenggarakan dengan bebas dari covid-19. Terlebih Tokyo telah menerapkan keadaan darurat untuk kedua kalinya pada pekan ini.
Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) tahun lalu sudah memutuskan menunda Olimpiade 2020 selama satu tahun akibat pandemi covid-19. Ajang sport multievent global itu dijadwalkan tinggal sekitar 200 hari lagi, mulai 23 Juli sampai 8 Agustus.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menegaskan tekadnya untuk tetap menggelar Olimpiade ini. Namun begitu jajak pendapat yang diadakan stasiun televisi NHK bulan lalu menunjukkan sepertiga penduduk negara itu ingin Olimpiade tersebut dibatalkan karena khawatir banjirnya orang asing ke negaranya saat perhelatan itu digelar bisa kian menaikkan kasus infeksi covid-19.
Dalam jajak pendapat yang sama, 31% responden mendukung penundaan lagi, sedangkan 27% lainnya menyatakan Olimpiade harus diselenggarakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
“Saya kira sulit. Mustahil menggelar Olimpiade,” kata Tatsuhiko Akamasu, warga Saitama berusia 75 tahun yang sedang berkunjung ke Tokyo pekan ini.
“Tinggal dua setengah bulan lagi pawai obor Olimpiade. Saya kira kami tidak akan bisa mengendalikan virus selama periode ini,” imbuh dia.
Baca juga: Pemanasan Jelang Olimpiade di Thailand
Pawai obor Olimpiade yang biasanya menandai hitung mundur Olimpiade akan dimulai di Fukushima pada 25 Maret.
“Saya kira lebih mungkin kami tidak akan bisa mengadakan Olimpiade dan pada beberapa hal saya lebih memilih pemerintah membuat keputusan untuk membatalkannya,” kata Hisashi Miyabe, warga Jepang lainnya.
Sekitar 15 ribu atlet dari seluruh dunia diperkirakan datang ke Tokyo demi Olimpiade ini dan ini membuat mereka khawatir atlet-atlet itu membawa virus mutasi baru ke Jepang.
“Saya kira interaksi antar manusia akan membuat semakin cepat menyebarnya virus corona, dan kemungkinan besar virus bisa bermutasi jika jumlah infeksi bertambah. Saya merasa itu agak mengerikan,” kata Yuki Furusho, mahasiswa Jepang berusia 23 tahun. (R-3)
Riset Travel Pulse Klook mengungkap Jepang, Korea, dan Tiongkok jadi primadona musim semi 2026.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Angka kelahiran Jepang 2025 jatuh ke rekor terendah 705.809 bayi. Pemerintah fokus naikkan pendapatan generasi muda untuk atasi krisis demografi yang kian akut.
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Seorang donatur misterius menyerahkan 21 kg emas batangan senilai Rp60 miliar ke Pemerintah Kota Osaka, Jepang, untuk perbaikan pipa air tua.
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved