Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN menunda Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ke Oktober tahun depan membuat atlet akan sibuk mengikuti kejuaraan. Pasalnya, waktu penyelenggaraan pesta olahraga tanah air itu berdempetan dengan multiajang internasional seperti Olimpiade dan SEA Games.
Beberapa atlet yang terjun di PON juga ada yang mengikuti kejuaraan lainnya tahun depan. Lifter Eko Yuli Irawan misalnya. Dia akan terjun tiga ajang sekaligus di tahun depan, yakni Olimpiade Tokyo pada Juli, PON di Oktober dan SEA Games di Vietnam pada akhir November.
“Tentu kami punya strategi sendiri untuk menghadapi jadwal seperti itu. Tapi kami serahkan ke pelatih bagaimana ke depan,” kata Eko Yuli, Sabtu (25/4).
Dalam kalender Olahraga yang dipaparkan Kementerian Pemuda dan Olahraga saat rapat bersama Komisi X memang terlihat cukup padat agenda Olahraga.
Pada bulan April sudah pasti tidak bisa digelar lantaran ada puasa dan lebaran. Sedangkan Mei-Juni akan digelar Piala Dunia U-20. Sementara Juli-Agustus akan ada Olimpiade Tokyo.
Pada September, jika dimungkinkan akan digelar Hari Olahraga Nasional 2021. Sementara November akan ada SEA Games di Vietnam.
Baca juga : PB PASI Lakukan Efisiensi Dana Pelatnas
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), Djoko Pramono mengatakan, keputusan menunda PON tahun depan merupakan pilihan realistis.
Dia mengatakan, Oktober menjadi opsi yang paling baik untuk digelar PON XX Papua. Menurutnya, jika PON digelar Maret, itu tidak mungkin lantaran anggaan dari daerah belum cair.
“Tentu tidak ada waktu lowong lagi, kami harus mempersiapkan ini dengan baik,” kata Djoko.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Persatuan Atletik Indonesia (PASI) Tigor Tanjung mengatakan, penundaan PON harus disikapi positif karena untuk keselamatan atlet.
Padatnya jadwal memang harus disikapi bijak dan akan dirumuskan ke depannya oleh para atlet dan pelatih.
“Tentu dalam situasi ini kami tidak bisa menuntut. Untuk tahun depan nanti akan dibicarakan kembali. Yang terpenting keputusan penundaan demi keselamatan atlet,” kata Tigor. (OL-7)
Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan hasil evaluasi rutin pelatnas yang berujung pada penyesuaian atlet
TUNGGAL putra Indonesia Alwi Farhan meraih gelar juara Makau Terbuka 2025 usai menundukkan wakil Malaysia, Justin Hoh.
Eng Hian mengatakan bahwa Marleve memilih mundur karena alasan pribadi. Posisinya akan digantikan Harry Hartono.
Atlet-atlet Rusia memiliki kapasitas dan kualitas yang lumayan bagus.
Pihak penyelenggara juga membuka peluang bagi atlet pelatnas untuk turut serta dalam lomba.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved