Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia mengamankan peringkat empat SEA Games 2019 Filipina, setelah mengumpulkan 72 medali emas, 84 perak, dan 111 perunggu pada Rabu (11/12).
Tim kontingen Indonesia gagal wujudkan keinginan Presiden Joko Widodo menjadi dua besar atau menempati peringkat kedua di ajang multicabang olahraga dua tahunan itu. Target diberikan setelah tim Merah Putih menempati peringkat kelima di SEA Games 2017 Malaysia, dengan raihan 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu.
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi, mengatakan, jika capaian Indonesia di SEA Games 2019 sudah baik lantaran mampu naik satu peringkat jika dibandingkan dengan saat bertarung di SEA Games 2017 Malaysia.
"Dengan target runner up memang harus ada gebrakan besar secara nasional, tidak hanya slogan namun harus program nyata dan memerlukan biaya cukup besar," tutur Yoyok kepada Media Indonesia, Rabu (12/11).
Baca juga: SEA Games 2019 Ditutup, Vietnam Tuan Rumah SEA Games 2021
Namun, ia menggarisbawahi bahwa Pemerintah harus lebih berkonsentrasi melakukan pembinaan atlet pada cabor unggulan. Hal ini supaya pembinaan atlet lebih merata baik di tingkat pusat, daerah (provinsi) dan kabupaten/kota.
Selain itu, Yoyok ingin para pemangku olahraga Indonesia, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Indonesia, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia segera melakukan inventarisasi atlet dan target untuk Olimpiade.
Ia pun ingin para stakeholder olahraga ini segera menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mewujudan target tersebut.
"Langkah konkret Komisi X tentu sesuai tupoksi kita, kita akan dukung dengan anggaran APBN untuk Kemenpora, KONI, dan KOI. Tapi harus jelas usulan program-programnya, harus jelas dan bisa dihitung," tuturnya. (OL-1)
Hasbiallah Ilyas, meminta aparat penegak hukum transparan dalam penanganan kasus Fandi Ramadan, ABK Sea Dragon yang terancam hukuman mati dalam perkara 2 ton sabu.
Jaksa mendasarkan tuntutan mati karena Fandi dianggap bersalah tidak menolak atau memeriksa muatan kapal yang ternyata berisi sabu.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan peradilan militer bukan ruang impunitas dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi.
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan klarifikasi tegas terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai penutupan gerai Alfamart dan Indomaret.
Kemenpora mengambil sikap tegas terhadap oknum pelatih berinisial HB yang diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Erick Thohir memuji kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani setelah Indonesia meraih 135 medali emas dan finis sebagai runner up ASEAN Para Games 2025.
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved