Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, mampu menaklukkan seniornya di pelatnas, Della Destiara Haris/Rizki Amelia, untuk mengunci medali emas di Indonesia Masters 2019.
Bermain di Ken Arok, Malang, Jawa Timur, pasangan yang baru dipasangkan pada Juli itu menang dengan skor, 23-21, dan 21-15 dalam waktu 37 menit. Mereka bahkan mengaku tak menyangka bisa mengalahkan seniornya tersebut di Indonesia Master berlevel 100 BWF itu.
"Kami tak menyangka bisa juara untuk pertama kalinya di sini. Tadi kita mainnya nothing to lose saja, dan terus berdoa agar mendapatkan hasil terbaik," tutur Ribka.
"Saya juga tak menyangka bisa kalahkan senior di final. Kunci kemenangannya di sini karena kami sudah percaya diri, dan siap bertanding," tambah Fadia.
Gelar Indonesia Masters tahun ini menjadi yang pertama bagi pasangan tersebut. Meski pasangan baru, keduanya langsung memerlihatkan permainan ciamik sejak turnamen. Di babak 16 besar, Fadia/Ribka, mampu memulangkan unggulan kelima Jepang, Natsu Saito/Naru Shinoya, dengan skor 21-13, 21-17.
Kejutan kembali digencarkan pasangan yang baru masuk pelatnas senior pada 2019 itu. Keduanya mengalahkan pasangan unggulan dua asal Tiongkok, Li Wen Mei/Zheng Yu yang dikalahkan hanya dengan dua gim, 21-13, 21-17.
Korban ketiganya ialah perwakilan asal Jepang yang juga merupakan unggulan ketiga, Nami Matsuyama/Chiharu Shida dibuat pontang-panting oleh Fadia/Ribka di babak semifinal, dengan skor 20-22, 14-21.
Baca juga: Sesmenpora Akui Tinggal Finalisasi Cabor
Fadia menambahkan hasil juara di Malang tentu bukanlah sesuatu yang instan tapi semuanya berkat persiapan matang dan keduanya aktif melakukan latihan tambahan.
"Gelar ini saya persembahkan untuk orangtua, pelatih dan suporter Indonesia, yang selalu setia mendukung kami," ujar Fadia.
Asisten pelatih ganda putri utama Pelatnas, Chafidz Yusuf, melihat secara keseluruhan penampilan Fadia/Ribka di Malang memang mencerminkan pula latihan kerja keras yang selama ini dilakukan keduanya.
"Mereka mengatasi semua kendala-kendala yang ada, seperti angin dan shuttlecock. Selain itu mereka mainnya pun mampu konsisten dari awal," ujar Chafidz.
Chafidz menambahkan bahwa keduanya sudah layak untuk bertarung di level yang lebih bergengsi.
"Karena mereka punya kemampuan yang cukup baik untuk naik tingkat. Tetapi untuk naik ke turnamen yang levelnya lebih tinggi kan melihat peringkat juga, kalau masuk ya kita naikkan," jelas Chafidz.
Sementara itu, pasangan ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus puas berada di posisi kedua pada ajang Indonesia Masters 2019. Mereka gagal menjajaki podium juara tertinggi setelah di laga final) kandas di tangan wakil Tiongkok, Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian. (BadmintonIndonesia.org/OL-1)
Kemenangan pertama wakil Tiongkok disumbangkan oleh ganda putra Ou Xuan Yi/Zhang Nan yang mengalahkan pasangan Jepang, Akira Koga/Taichi Saito.
INDONESIA berhasil memastikan diri mendapat satu gelar juara dari Indonesia Masters 2019 yang digelar di Malang, Jawa Timur.
Kecerdasan, daya juang, dan mental pebulu tangkis perlu terus dipertajam
Belum diketahui kapan debut Winny dan Tontowi Ahmad.
Lawan Saina Nehwal di partai puncak undur diri karena cedera.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Penggunaan benda sederhana di rumah, seperti botol air mineral, sudah bisa memberikan dampak signifikan bagi mereka yang sudah berumur.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Menurut Diana Dewi, olahraga masyarakat bukan hanya soal gerak badan, tapi juga ruang jeda bagi warga untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved