Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Lepas Peserta Mudik Gratis, Pemudik Paling Banyak Disebut Berasal dari Jawa Barat

Bayu Anggoro
17/3/2026 13:48
Lepas Peserta Mudik Gratis, Pemudik Paling Banyak Disebut Berasal dari Jawa Barat
program mudik gratis bersama holding BUMN industri pertahanan(Bayu Anggodo/MI)

PROVINSI Jawa Barat menyumbangkan pemudik terbanyak pada musim mudik Lebaran tahun ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat melepas keberangkatan peserta program mudik gratis bersama holding BUMN industri pertahanan, DEFEND.ID, di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/3).

Erwan menjelaskan, jumlah pemudik dari Jawa Barat mencapai sekitar 21% dari total angka nasional. "Mudik tahun ini Jawa Barat adalah yang terbesar melaksanakan mudik. Sekitar 30 juta lebih penduduk yang berada di Jawa Barat melaksanakan mudik," kata Erwan.

Menurutnya, dinamika pergerakan penduduk di Jawa Barat selama masa Idul Fitri ini sangat signifikan. Pada satu sisi terdapat 30 juta orang keluar dari Jawa Barat, namun terdapat juga sekitar 25 juta orang yang masuk ke wilayahnya.

"Sehingga terdapat selisih pengurangan penduduk sekitar 5 juta jiwa di Jawa Barat selama Lebaran," katanya. Mudik gratis ini memfasilitasi 34 bis untuk program mudik gratis.

Sebanyak 19 bus di antaranya diberangkatkan langsung dari titik Gedung Sate dengan total 950 peserta warga umum. Menurut Erwan, program ini menjadi langkah konkret dalam meminimalisasi risiko kecelakaan lalu-lintas yang kerap menghantui tradisi mudik.

"Tentunya ini mengurangi risiko kecelakaan. Alhamdulillah, dari beberapa kali pelaksanaan mudik gratis, baik dari Pemprov maupun perusahaan, berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan," katanya.

Adapun kota tujuan dalam program mudik bersama kali ini meliputi berbagai daerah di Jawa dan Sumatra, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Palembang, dan Lampung. Lebih lanjut, Erwan meminta para pemudik tetap fokus menjaga kesehatan dan keselamatan selama di perjalanan.

Selain itu, dia juga memberikan imbauan tegas agar warga tidak membawa sanak saudara saat kembali ke kota asal apabila belum memiliki kepastian pekerjaan. "Jangan membawa sanak saudara yang kira-kira akan menjadi beban nanti di sini. Kecuali kalau sudah pasti ada pekerjaan. Kasihan juga jika nanti (mereka) menjadi beban di sini," katanya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya