Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pendataan Korban Longsor di Cisarua Dipisah antara TNI dan Sipil

Depi Gunawan
26/1/2026 17:01
Pendataan Korban Longsor di Cisarua Dipisah antara TNI dan Sipil
Tim gabungan melakukan pencarian korban longsor di Cisarua Bandung Barat, Senin (26/1).(Depi Gunawan/MI)

PEMERINTAH memisahkan pendataan korban sipil dan personel TNI dalam peristiwa longsor di Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Posko bencana hanya melakukan pendataan terhadap korban sipil dari masyarakat, sementara pendataan korban dari unsur TNI ditangani oleh tim khusus dari instansi terkait.

Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan puluhan prajurit TNI yang turut menjadi korban longsor akan langsung ditangani oleh institusinya masing-masing.

"Kami fokus pada pencarian 84 warga sipil. Meski dalam praktiknya tetap bersinergi dan berkoordinasi, namun untuk data korban TNI dilakukan sendiri oleh TNI," kata Herman di Cisarua, Senin (26/1).

Incident Commander bencana longsor Desa Pasirlangu, Ade Zakir menyatakan pendataan korban sipil dan TNI memang dilakukan secara terpisah. Untuk korban dari unsur prajurit TNI, penanganannya berada di luar kewenangan Basarnas.

"Itu di luar Basarnas. Ada tim khusus yang menangani korban TNI," terang Ade Zakir.

Menurut data, sebanyak 23 prajurit dari satuan Marinir turut menjadi korban dalam peristiwa tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1).

"Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Jakarta.

Ali mengungkapkan, hingga saat ini proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Dari total prajurit yang tertimbun, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Saat ini baru ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia. Sementara yang lainnya masih dalam proses pencarian," ungkapnya.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya