Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan secara Massal

Depi Gunawan
27/2/2026 21:28
Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan secara Massal
Warga mengikuti pemakaman 10 jenazah korban longsor Desa Pasirlangu di Pemakaman Tanah Mati di Kampung Barunyatuh.(Dok Istimewa)

TEMPAT Pemakaman Tanah Mati di Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipadati ratusan pelayat pada Jumat (27/2).

Para pelayat hadir untuk mengikuti prosesi pemakaman 10 jenazah korban longsor. Sebagian di antaranya merupakan keluarga korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dimulai dari penurunan jenazah dari ambulans, pelaksanaan salat jenazah, hingga pemakaman secara massal dalam satu liang lahat berukuran lebar sekitar 1,7 meter dan panjang sekitar 7 meter.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, 10 jenazah yang dimakamkan secara massal tersebut berstatus belum teridentifikasi.

Berdasarkan pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, hasil uji DNA terhadap 10 jenazah itu tidak menunjukkan kecocokan dengan DNA warga yang dilaporkan hilang akibat longsor.

"Dari temuan Basarnas kemudian diidentifikasi oleh tim DVI dengan berbagai metode, mulai dari pengenalan fisik hingga pengambilan sampel DNA. Namun hingga kemarin belum ada sampel DNA yang cocok, sehingga dikategorikan tidak teridentifikasi," kata Ade di lokasi pemakaman.

Ade menuturkan, sebanyak 80 warga Desa Pasirlangu sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Selama tiga pekan proses pencarian, 64 orang di antaranya berhasil diidentifikasi.

"Sebanyak 64 sudah teridentifikasi. Sementara 10 jenazah ini belum teridentifikasi dan belum dapat dipastikan apakah merupakan warga Pasirlangu atau bukan," tuturnya.

Pada makam tersebut dipasang batu nisan bertuliskan Post Mortem (PM) dengan nomor masing-masing. Jika di kemudian hari ditemukan data atau fakta baru, termasuk hasil tes DNA yang menunjukkan kecocokan, maka identitas pada batu nisan akan diperbarui.

"Tadi pagi kami menerima penyerahan 10 jenazah dari Rumah Sakit Sartika Asih. Setelah proses serah terima, pemakaman dilaksanakan usai salat Jumat," ujarnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya