Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir akibat meluapnya Sungai Bremi dan cuaca ekstrem di Pekalongan mengakibat 4 kecamatan terendam dan 8.692 keluarga terdampak serta 972 jiwa terpaksa mengungsi, jalur kereta api terendam hingga mengganggu sejumlah perjalanan kereta api.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (17/1) hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah mengakibat volume air di Sungai Bremi, Pekalongan meningkat drastis dan meluber serta membanjiri 4 kecamatan yakni Kecamatan Pekalongan Timur, Barat, Selatan, dan Utara, Kota Pekalongan.
Banjir dengan ketinggian 30-100 centimeter semakin meninggi akibat curah hujan yang tinggi pada Jumat (16/1) pukul 19.30 WIB hingga Sabtu (17/1) dini hari pukul 03.00 WIB, tidak hanya merendam sejumlah ruas jalan utama di Kota Pekalongan,tetapi juga merendam ribuan rumah warga serta rel kereta api rel petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi.
Berdasarkan data akibat banjir merendam rel kereta api tersebut, setidaknya ada 7 kereta api yang tertahan di sejumlah stasiun yakni KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro, KA Tawangjaya premium, KA Plambangan, KA Kertajaya dan KA Dharmawangsa, karena belum dapat melintas jalur rel yangvterendam banjir.
Selain itu ada sejumlah perjalanan kereta api yang harus dialihkan atau memutar yakni KA 30F (Anjasmoro) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan, KA 92 (Jayabaya) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan, KA 96 (Harina) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan dan KA 197 (Kamandaka) memutar via Semarang Tawang - Brumbung - Gundih - Solobalapan - Kroya - Cilacap..
"Hibgga sore ini, sedikitnya 8.692 keluarga di 4 kecamatan terdampak dan 972 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir merendam ribuan rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto.
Menurut Budi Suheryanto kondisi terparah akibat cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir yakni selatan Kota Pekalongan yang menyebabkan daya tampung daerah aliran sungai (DAS) penuh hingga air meluap ke wilayah perkotaan yang berada di dataran rendah.
Selain merendam ribuan rumah warga, ungkap Budi Suheryanto, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Progo, Jalan Slamet, Jalan Majapahit, Jalan Cempaka, Jalan Semarang, Jalan Blimbing, Jalan Jlamprang, kawasan Pabean, Kampung Baru Tirto, hingga Jalan Singosari.
Sebagai langkah penanganan warga terdampak, demikian Budi Suheryanto, pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan membuka sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik, antara lain Aula Kecamatan Pekalongan Barat, masjid dan musala di wilayah Tirto dan Podosugih, SD Negeri Tirto 03, serta sejumlah bangunan fasilitas umum lainnya.
"Saat ini kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian adalah obat-obatan, balsem, minyak kayu putih, salep, selimut, serta popok bayi dan dewasa," ujar Budi Suheryanto. (H-2)
BULOG Cabang Tegal, menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah untuk penanggulangan bencana banjir Pekalongan.
Meski Sungai Bremi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah pusat harus turun tangan karena banjir telah mengganggu fasilitas umum dan keselamatan masyarakat.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Banjir Pekalongan dan kecelakaan KA Menoreh di Cirebon menyebabkan sejumlah kereta di Stasiun Brebes terlambat hingga lebih dari satu jam.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 8 Surabaya, memastikan perjalanan kereta api di lintas utara Pulau Jawa yang terdampak banjir Pekalongan terus menunjukkan perkembangan.
KOMBINASI faktor alam dan insiden kecelakaan lalu lintas mengakibatkan gangguan signifikan pada operasional perjalanan kereta api di lintas utara Jawa.
Meski Sungai Bremi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah pusat harus turun tangan karena banjir telah mengganggu fasilitas umum dan keselamatan masyarakat.
BANJIR di Kota Pekalongan dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi sepanjang 35 meter merendam 335 rumah warga. Sebanyak 55 orang mengungsi di SD Pabean dan Kantor Kelurahan.
Tanggul Sungai Bremi di Pekalongan jebol Rabu pagi (7/1). 335 KK terdampak banjir mendadak setinggi 1 meter, BPBD lakukan penanganan darurat
Fakhrudin memperkirakan, genangan banjir menjangkau area sekitar 500 meter dan berdampak pada sedikitnya tujuh RT dalam satu RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved