Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Tanggul Sungai Bremi Jebol, 335 KK di Pekalongan Terdampak Banjir

Suparji Rasban
07/1/2026 16:19
Tanggul Sungai Bremi Jebol, 335 KK di Pekalongan Terdampak Banjir
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri dan warga setempat bergotong royong menutup tanggul jebol dengan karung pasir /Supardji Rasban(MI/Supardji Rasban)

TANGGUL Sungai Bremi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, jebol pada Rabu (7/1) pagi. Insiden ini memicu banjir bandang yang merendam permukiman di Kelurahan Pabean dan Padukuhan Kraton saat warga masih terlelap. Sedikitnya 335 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 55 jiwa terpaksa mengungsi.

Banjir menerjang secara mendadak dengan arus deras, membawa ketinggian air mencapai 60 sentimeter hingga satu meter di sejumlah titik. Ironisnya, bencana ini terjadi tanpa didahului hujan di lokasi kejadian, melainkan murni akibat kegagalan struktur tanggul menahan debit air.

Fakhrudin, warga terdampak yang tinggal dekat titik jebolan, menggambarkan kejadian tersebut berlangsung dalam hitungan detik. Pintu belakang rumahnya bahkan jebol tak kuat menahan hantaman air.

"Kejadiannya mendadak, hitungannya bukan menit tapi detik, cepat sekali seperti banjir bandang. Tidak ada hujan, tidak mendung, tapi karena tanggul jebol airnya deras sekali," ujar Fakhrudin, Rabu (7/1).

Kepanikan melanda warga yang sebagian besar baru bangun tidur. Fakhrudin menuturkan, ia dan keluarganya hanya sempat menyelamatkan diri, sementara perabot rumah tangga seperti kasur hanyut terbawa arus. "Tadi pagi di dalam rumah air hampir satu meter. Sekarang sudah agak surut di bawah lutut," tambahnya.

Respons Cepat BPBD

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengonfirmasi kerusakan tanggul sepanjang kurang lebih 35 meter. Pihaknya langsung menerjunkan tim gabungan TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan penanganan darurat menggunakan karung pasir (sandbag).

"Dampaknya langsung ke warga, berbeda dengan kejadian sebelumnya. Karena itu, penanganan harus lebih cepat. Kami targetkan perbaikan darurat rampung maksimal tiga hari," tegas Budi.

Saat ini, BPBD telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan logistik bagi warga terdampak. Para pengungsi ditempatkan di dua lokasi aman, yakni SD Pabean dan kantor kelurahan setempat. (JI/M-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya