Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Tanggul Sungai Bremi di Pekalongan Jebol, 335 KK Terdampak

Supardji Rasban
07/1/2026 16:05
Tanggul Sungai Bremi di Pekalongan Jebol, 335 KK Terdampak
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri dan warga setempat bergotong royong menutup tanggul jebol dengan karung pasir(MI/Supardji Rasban)

SUNGAI Bremi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, jebol pada Rabu (7/1/2026) pagi. Akibatnya, sebagian wilayah Kelurahan Pabean dan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan, terendam air dan sedikitnya 335 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 55 warga terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir terjadi secara mendadak saat sebagian besar warga masih tertidur. Air dengan arus deras masuk ke permukiman warga dan merendam rumah hingga ketinggian lebih dari 60 sentimeter di sejumlah titik.

Salah satu warga terdampak, Fakhrudin, mengaku air datang sangat cepat dan menerjang rumahnya yang berada dekat dengan lokasi tanggul jebol. Bahkan, pintu belakang rumahnya tidak mampu menahan derasnya aliran air.

“Malah masyarakat warga sini masih pada tidur. Bangun semua, dan menakutkan sekali jalannya air itu. Sampai belakang pintu saya yang dekat sungai yang jebol tanggulnya itu, pintu saya jebol karena derasnya air,” ujar Fakhrudin di rumahnya, Rabu (7/1/2026).

Fakhrudin menuturkan ketinggian air di dalam rumahnya sempat mencapai sekitar 70 sentimeter hingga hampir satu meter pada Rabu pagi hari atau saat terjangan banjir masih berlangsung.

“Tadi pagi kira-kira di dalam rumah ini sekitar 70 cm, hampir satu meter. Kalau sekarang sudah mendingan, tinggal di bawah lutut,” tutur Fakhrudin.

Menurut Fakhrudin banjir terjadi tanpa adanya hujan sebelumnya. Ia menegaskan air datang secara tiba-tiba dalam hitungan detik, menyerupai banjir bandang.

 “Mendadak, dan hitungannya bukan menit tapi detik. Cepat sekali kayak banjir bandang. Nggak hujan, nggak mendung, tapi karena tanggul jebol airnya deras sekali,” jelas Fakhrudin.

Dalam kondisi panik, Fakhrudin dan keluarganya hanya mampu menyelamatkan sebagian barang. Banyak perabot rumah tangga, termasuk kasur spring bed, tidak berhasil diselamatkan dan hanyut terbawa arus.

 “Saat kejadian, saya cuma sama istri dan satu anak. Banyak barang yang tidak bisa diselamatkan, akhirnya pasrah,” ucap Fakhrudin.

Fakhrudin memperkirakan, genangan banjir menjangkau area sekitar 500 meter dan berdampak pada sedikitnya tujuh RT dalam satu RW. 

“Kalau warga yang terdampak mungkin lebih dari 500 orang,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan darurat bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan warga setempat dengan menutup tanggul jebol menggunakan sandbag atau karung pasir.

“Pengungsi berdasarkan informasi dari kelurahan ada di dua tempat, di SD Pabean dan di kantor kelurahan. Dapur umum juga sudah disiapkan di kelurahan, dan stok logistik sudah kami kirim,” kata Budi.

Terkait kerusakan tanggul, Budi menyebut panjang tanggul yang jebol diperkirakan mencapai sekitar 35 meter dan membutuhkan penanganan cepat karena dampaknya langsung ke permukiman warga.

 “Dampaknya langsung ke warga, tidak seperti kejadian sebelumnya. Jadi penanganannya harus lebih cepat,” ujar Budi.

Budi menargetkan perbaikan tanggul dapat diselesaikan maksimal dalam tiga hari, meski masih terkendala kondisi lokasi yang cukup sulit. 

“Harusnya maksimal tiga hari. Karena warga banyak, kita tidak menunggu lama, langsung turun,” jelas Budi. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya