Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyatakan kesiapannya menghadapi curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur, dengan memaksimalkan Command Center BBWS Brantas yang diawasi selama 24 jam penuh.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Rabu (7/1) mengatakan Command Center di BBWS ini merupakan dashboard yang sangat berteknologi tinggi yang bertanggungjawab terhadap aliran Sungai Brantas yang membentang di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kami ingin memastikan fungsionalitas dari berbagai infrastruktur sumberdaya air. Mulai dari bendungan, penempatan tanggul-tanggul atau dinding sungai, hingga ke pos pantau-pos pantau," kata Emil usai meninjau Command Center BBWS Brantas.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi curah hujan sangat tinggi yang diperkirakan akan melanda beberapa titik di Jawa Timur. Kondisi cuaca untuk bulan Januari memang rawan.
“Ibu Gubernur dan BMKG berkali-kali menyampaikan bahwa ada kerawanan cuaca dengan curah hujan yang sangat-sangat tinggi," kata Wagub Emil.
Dengan bantuan teknologi yang dimiliki BBWS, Wagub Emil menjelaskan bahwa pemerintah bisa menentukan langkah-langkah preventif maupun penanganan yang lebih efektif.
Bahkan, dengan fasilitas seperti SITABA (Sistem Informasi Tanggap Bencana) yang merupakan platform digital Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR), pemerintah dapat memperoleh data-data yang lebih detail terkait bencana yang telah terjadi sebelumnya.
"Maka dengan data dari bencana sebelumnya, ini menjadi basis bagi kita melakukan sebuah proyeksi yang lebih tepat lagi mengenai risiko-risiko dan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Sehingga, sistem di sini dan Command Center yang ada di BPBD bisa saling melengkapi dan bisa saling memberikan support," ujarnya.
Untuk saat ini, BBWS Brantas masih fokus pada normalisasi dan penguatan di Kali Kedurus Surabaya. Tak hanya itu, mereka juga aktif berkoordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi terkait penanganan banjir di Ketintang.
"Jadi yang di sana nanti akan dibuat semacam pompa pengendali banjir yang akan dipasang di sisi sungai. Namun ada bangunan-bangunan yang harus ditertibkan karena memang menduduki yang bukan merupakan lahannya," ungkapnya.(H-2)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
Sedikitnya 100 hektare lahan pembibitan dan tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, puso setelah berhari-hari terendam banjir.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
BMKG mengimbau masyarakat serta pemda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem.
BMKG memberi peringatan dini cuaca ekstrem dan. peningkatan curah hujan yang diprakirakan mencapai lebih dari 400mm hingga Februari mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved