Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyatakan kesiapannya menghadapi curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur, dengan memaksimalkan Command Center BBWS Brantas yang diawasi selama 24 jam penuh.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Rabu (7/1) mengatakan Command Center di BBWS ini merupakan dashboard yang sangat berteknologi tinggi yang bertanggungjawab terhadap aliran Sungai Brantas yang membentang di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kami ingin memastikan fungsionalitas dari berbagai infrastruktur sumberdaya air. Mulai dari bendungan, penempatan tanggul-tanggul atau dinding sungai, hingga ke pos pantau-pos pantau," kata Emil usai meninjau Command Center BBWS Brantas.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi curah hujan sangat tinggi yang diperkirakan akan melanda beberapa titik di Jawa Timur. Kondisi cuaca untuk bulan Januari memang rawan.
“Ibu Gubernur dan BMKG berkali-kali menyampaikan bahwa ada kerawanan cuaca dengan curah hujan yang sangat-sangat tinggi," kata Wagub Emil.
Dengan bantuan teknologi yang dimiliki BBWS, Wagub Emil menjelaskan bahwa pemerintah bisa menentukan langkah-langkah preventif maupun penanganan yang lebih efektif.
Bahkan, dengan fasilitas seperti SITABA (Sistem Informasi Tanggap Bencana) yang merupakan platform digital Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR), pemerintah dapat memperoleh data-data yang lebih detail terkait bencana yang telah terjadi sebelumnya.
"Maka dengan data dari bencana sebelumnya, ini menjadi basis bagi kita melakukan sebuah proyeksi yang lebih tepat lagi mengenai risiko-risiko dan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Sehingga, sistem di sini dan Command Center yang ada di BPBD bisa saling melengkapi dan bisa saling memberikan support," ujarnya.
Untuk saat ini, BBWS Brantas masih fokus pada normalisasi dan penguatan di Kali Kedurus Surabaya. Tak hanya itu, mereka juga aktif berkoordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi terkait penanganan banjir di Ketintang.
"Jadi yang di sana nanti akan dibuat semacam pompa pengendali banjir yang akan dipasang di sisi sungai. Namun ada bangunan-bangunan yang harus ditertibkan karena memang menduduki yang bukan merupakan lahannya," ungkapnya.(H-2)
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
Hadapi cuaca panas ekstrem di Jakarta, Pemprov DKI imbau warga lakukan langkah pencegahan. Simak panduan kesehatan dan instruksi Gubernur Pramono Anung di sini.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah sudah mulai mereda pada Rabu (18/3), namun di banyak daerah masih berpeluang diguyur hujan ringan-sedang terutama di jalur mudik.
Libur Lebaran, DPRD DIY Ingatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
BPBD Jatim telah mendirikan 38 posko tanggap darurat maupun posko siaga darurat di seluruh kabupaten/kota serta menyiagakan 300 personel untuk penanganan bencana sebagai upaya kesiapan
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
Sedikitnya 100 hektare lahan pembibitan dan tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, puso setelah berhari-hari terendam banjir.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved