Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada hari ini, Selasa (6/1). Hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kepri, sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kabupaten Natuna.
Prakirawan BMKG Anas menyampaikan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan di wilayah Kepulauan Riau dan perairan sekitarnya.
“Secara umum wilayah Kepri berpotensi mengalami hujan ringan hingga berawan. Namun, khusus Natuna perlu diwaspadai karena ada peluang hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, Selasa (6/1).
BMKG mencatat, suhu udara di Natuna berkisar antara 25 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, mencapai 73–94 persen. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan hujan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.
Sementara itu, wilayah lain di Kepri seperti Bintan, Karimun, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang diprakirakan mengalami hujan ringan. Adapun Kabupaten Lingga dan Kepulauan Anambas cenderung berawan sepanjang hari.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Pengendara dan warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta berhati-hati terhadap potensi hujan dan angin kencang.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan terbaru sepanjang hari. (H-2)
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem, terutama pada siang hingga malam hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved