Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada hari ini, Selasa (6/1). Hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kepri, sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kabupaten Natuna.
Prakirawan BMKG Anas menyampaikan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan di wilayah Kepulauan Riau dan perairan sekitarnya.
“Secara umum wilayah Kepri berpotensi mengalami hujan ringan hingga berawan. Namun, khusus Natuna perlu diwaspadai karena ada peluang hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, Selasa (6/1).
BMKG mencatat, suhu udara di Natuna berkisar antara 25 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, mencapai 73–94 persen. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan hujan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.
Sementara itu, wilayah lain di Kepri seperti Bintan, Karimun, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang diprakirakan mengalami hujan ringan. Adapun Kabupaten Lingga dan Kepulauan Anambas cenderung berawan sepanjang hari.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Pengendara dan warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta berhati-hati terhadap potensi hujan dan angin kencang.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan terbaru sepanjang hari. (H-2)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem, terutama pada siang hingga malam hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved