Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENUTUP tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) berhasil mengendalikan inflasi sebesar 2,63 persen secara year to date dan secara year on year. Angka ini berada dalam kisaran target inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Pada Desember 2025 secara month to month, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Demikian disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Jabar, Darwis Sitorus di Kantor BPS Provinsi Jabar Senin (5/1).
Darwis Sitorus menjelaskan pada Desember 2025 seluruh Kabupaten/Kota pantauan inflasi di Jabar mengalami inflasi. Kabupaten Subang mengalami inflasi tertinggi secara bulanan sebesar 0,69 persen, diikuti Kota Bandung sebesar 0,51 persen, Kota Bogor sebesar 0,46 persen dan Kabupaten Bandung sebesar 0,44 persen.
“Sedangkan yang dibawah angka inflasi Jabar secara month to month, yaitu Kota Cirebon sebesar 0,42 persen, Kota Tasikmalaya sebesar 0,40 persen, Kota Bekasi sebesar 0,39 persen, Kota Depok, Kota Sukabumi masing-masing sebesar 0,37 persen dan Kabupaten Majalengka sebesar 0,29 persen," paparnya.
Menurut Darwis, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi secara bulanan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,17 persen dengan andil inflasi mencapai 0,07 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau walaupun berada di peringkat kedua secara besaran inflasi yaitu sebesar 0,97 persen, namun justru memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,31 persen. Kelompok transportasi juga mengalami inflasi signifikan sebesar 0,36 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen.
Pada Desember 2025 komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi yaitu cabai rawit sebesar 0,15 persen, daging ayam ras sebesar 0,08 persen, emas perhiasan sebesar 0,07 persen, bensin sebesar 0,04 persen dan telur ayam ras sebesar 0,03 persen. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi tertinggi yaitu cabai merah sebesar 0,05 persen, dan jengkol sebesar 0,01 persen.
“Meningkatnya permintaan daging ayam ras dan telur ayam ras khususnya karena MBG masih menjadi penyebab naiknya harga komoditas ini. Selain itu inflasi Desember juga masih didorong kenaikan harga emas internasional dan juga ada kenaikan bensin," bebernya.
Darwis menambahkan, secara tahunan inflasi Jabar cukup menggembirakan dengan terpenuhinya target inflasi yang ditargetkan pemerintah. Inflasi Jabar 2025 sebesar 2,63 persen secara year to date dan year on year. Berdasarkan kabupaten/kota pantauan inflasi di Jabar yang berada di atas angka inflasi Jabar secara year to date dan year on year yaitu Kota Sukabumi sebesar 3,14 persen, Kota Bekasi sebesar 3,02 persen, Kabupaten Majalengka sebesar dan Kota Cirebon masing-masing sebesar 2,86 persen, Kota Bogor sebesar 2,85 persen, Kota Bandung sebesar 2,69 persen serta Kota Tasikmalaya sebesar 2,67 persen. Sedangkan yang berada di bawah angka Jabar yaitu Kota Depok sebesar 2,51 persen, Kabupaten Bandung sebesar 2,13 persen dan Kabupaten Subang sebesar 2,11 persen.
"Adapun berdasarkan kelompok pengeluaran di Jabar secara year on year yang mengalami inflasi tertinggi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,91 persen dengan andil inflasi sebesar 0,88 persen. Diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,74 persen dengan andil inflasi sebesar 1,15 persen," jelasnya.
Lalu lanjut Darwis, kelompok pengeluaran lainnya, seperti kelompok pakaian dan alas kaki inflasi sebesar 0,96 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,16 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36 persen dan kelompok kesehatan sebesar 1,05 persen.
Selain itu kelompok transportasi inflasi sebesar 0,95 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,79 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,42 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,08 persen. Sedangkan satu-satunya yang mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen.
“Untuk komoditas secara tahunan yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah emas perhiasan sebesar 0,82 persen, cabai rawit sebesar 0,15 persen, daging ayam ras sebesar 0,15 persen, dan cabai merah sebesar 0,11 persen. Sedangkan yang memberikan andil deflasi tertinggi adalah bawang putih sebesar 0,04 persen, tomat sebesar 0,03 persen dan tarif kereta api sebesar 0,01 persen," tandasnya.
BPS Jabar juga merilis perkembangan pariwisata hingga November 2025. Data yang dirilis yaitu jumlah wisatawan mancanegara (wisman) berdasarkan pintu masuk Bandara Kertajati. November 2025 jumlah kunjungan wisman sebanyak 181 kunjugan, angka ini naik 19,87 persen jika dibandingkan Oktober 2025 yang sebanyak 151 kunjungan. Namun secara year on year, angka ini turun 75,37 persen jika dibandingkan November 2024 lalu.
WNA asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Jabar melalui Kertajati sesuai dengan rute yang tersedia yaitu Singapura-Kertajati.
"Sedangkan kedatangan warga WNA ke Jabar melalui kereta cepat Whoosh juga mengalami kenaikan sepanjang November 2025. Jumlah kunjungan WNA sebanyak 16.635 kunjungan naik 1,24 persen dibandingkan Oktober 2025, dan naik 19,87 persen dibandingkan November 2024. Total WNA yang masuk menggunakan Whoosh sepanjang Januari-November 2025 mencapai 177.283 kunjungan. Angka ini naik 41,99 persen dibandingkan periode yang sama 2024," ungkapnya.
Sementara itu kata Darwis, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada November 2025 mencapai 17,66 juta perjalanan. Angka ini naik 3,64 persen dibandingkan Oktober 2025 dan naik 29,32 persen dibandingkan November 2024 atau secara year on year. Jumlah perjaanan wisnus sepanjang Januari-November 2025 mencapai 193,24 juta perjalanan, meningkat 28,78 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Darwis mengatakan, adapun daerah tujuan utama perjalanan wisnus yang tertinggi adalah Kabupaten Bogor sebesar 14,98 persen, diikuti Kota Bandung 11,37 persen, Kota Bekasi 6,80 persen, Kabupaten Bandung 6,74 persen, Kabupaten Bekasi 6,28 persen dan Kota Depok 5,72 persen. Seiring meningkatnya perjalanan wisnus berimbas juga terhadap tingkat penghunian kamar (TPK) hotek sepanjang November 2025. TPK hotel bintang mencapai 53,54 persen atau naik 3,31 poin dibandingkan Oktober 2025 , dan naik 0,56 poin secara year on year terhadap November 2024.
"Wilayah yang memiliki TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kota Bandung sebesar 63,84 persen, Kota Sukabumi sebesar 63,79 persen, Kota Depok sebesar 63,45 persen, Kota Bogor sebesar 61,65 persen dan Kabupaten Karawang sebesar 60,78 persen," imbuhnya
Sedangkan klasifikasi TPK non bintang pada November 2025 mencapai 23,48 persen, naik 1,22 poin dibandingkan Oktober 2025 dan naik 0,78 poin dibandingkan November 2024. Kota Bandung menjadi yang tertinggi TPK hotel non bintang sebesar 40,36 persen, diikuti Kota Cimahi sebesar 35,63 persen dan Kabupaten Majalengka sebesar 34,02 persen. Yang terendah adalah Kabupaten Pangandaran sebesar 10,31 persen.
“Dari data TPK hotel tersebut kita dapatkan rata-rata lama menginap tamu asing selama 2,56 malam, dengan Kabupaten Purwakarta yang memiliki angka tertinggi yaitu 6,87 malam. Sedangkan tamu domestik selama 1,32 malam dengan Kota Depok yang memiliki angka rata-rata tertinggi selama 1,66 malam," sambungnya. (H-2)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved