Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mini ATM Fastpay di Nagekeo: Dorong Inklusi Keuangan hingga ke Pelosok Desa

Ignas Kunda
05/1/2026 11:41
Mini ATM Fastpay di Nagekeo: Dorong Inklusi Keuangan hingga ke Pelosok Desa
Mini ATM Fastpay di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT.(MI/Ignas Kunda)

LAYANAN keuangan digital berbasis Mini ATM Fastpay kian menunjukkan eksistensinya di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kehadiran layanan ini tidak hanya memperpendek jarak akses transaksi nontunai di wilayah pelosok, tetapi juga menjadi katalisator dalam menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Pengelola Loket Fastpay Do Hawu, Riet Ekaputri Lamuri, mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, jaringan Fastpay telah berkembang pesat. 

Saat ini, tercatat sedikitnya 80 loket profesional dan sekitar 1.000 mitra yang tersebar di seluruh kecamatan hingga desa-desa di Kabupaten Nagekeo.

Bagi masyarakat Nagekeo, Mini ATM Fastpay hadir sebagai solusi praktis di tengah keterbatasan akses perbankan konvensional. 

Melalui loket-loket ini, warga dapat melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan, hingga pembelian pulsa secara cepat dan aman.

Riet menjelaskan bahwa efisiensi menjadi nilai utama yang ditawarkan. 

“Mini ATM Fastpay hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang mudah dijangkau. Warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk pergi ke kota hanya demi melakukan transaksi perbankan sederhana,” ujarnya, Senin (5/1).

Dampak positif ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha kecil dan pedagang di pedesaan. Dengan terpangkasnya waktu dan biaya perjalanan menuju pusat kota, efisiensi ekonomi warga meningkat secara signifikan.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Selain kemudahan akses, ekosistem Fastpay juga membuka lapangan kerja baru melalui sistem kemitraan. Program ini melibatkan masyarakat lokal, terutama generasi muda dan perempuan, untuk berperan aktif sebagai pengelola layanan.

“Fastpay tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi. Beberapa mitra yang awalnya berperan sebagai teller kini telah mampu mandiri dan mengelola loket sendiri dengan penghasilan yang stabil setiap bulannya,” tambah Riet.

Manfaat ini diakui oleh Us, seorang warga di pelosok Nagekeo. Ia mengaku sangat terbantu, terutama dalam urusan usaha dan kebutuhan keluarga. 

"Ya sangat membantu ketika kami mau usaha atau bantu kirim uang kasih anak yang sekolah, tidak harus ke bank yg jauh," ungkapnya.

Melalui pendekatan berbasis UMKM, Loket Fastpay Do Hawu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang transparan dan profesional. Perluasan jaringan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nagekeo.

"Dengan semakin meluasnya jaringan Mini ATM Fastpay—yang kini didukung puluhan loket profesional dan ratusan mitra aktif—diharapkan tingkat inklusi keuangan di Kabupaten Nagekeo terus meningkat, seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Riet. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya