Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya memulai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membahas penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Sumatra. Rapat tersebut berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Kamis.
Berdasarkan siaran langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Kamis (1/1), Teddy menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari evaluasi rencana pembangunan total 15 ribu hunian sementara (huntara) yang akan dilaksanakan oleh Danantara Indonesia.
"Telah hadir 10 menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, serta 15 Direktur Utama BUMN, dalam rangka meninjau 600 hunian rumah dari 15 ribu yang rencana akan dibangun Danantara," kata Teddy.
Selain mengevaluasi perkembangan pembangunan huntara, rapat tersebut juga diikuti dengan koordinasi bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, beserta jajaran pemerintah daerah terkait.
Program pembangunan 15 ribu hunian sementara direncanakan tersebar di tiga provinsi, yakni sebanyak 12 ribu unit di Aceh, sekitar 2.000 unit di Sumatra Utara, serta 500 unit di Sumatra Barat.
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada 600 unit huntara di Kabupaten Aceh Tamiang. Unit-unit tersebut ditargetkan rampung dan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Seiring dengan penyerahan hunian, pemerintah juga akan menyediakan berbagai fasilitas pendukung, antara lain taman bermain, akses jaringan wifi, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk meninjau langsung lokasi pembangunan hunian sementara yang dikerjakan oleh Danantara.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. (Ant/E-4)
KLH menjalankan penegakan hukum lingkungan menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang menyebabkan bencana banjir di sumatra
PRESIDEN Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan setelah bencana banjir Sumatra. LBH Padang Adrizal mengingatkan agar memastikan lahan bekas konsesi tak dialihkan
LBH Padang menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan setelah bencana banjir Sumatra tak boleh hanya pencitraan atau lip service negara
Pencabutan izin 28 perusahaan oleh pemerintah tidak berhenti pada sanksi administratif.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan bencana Aceh melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
BANJIR bandang yang menghancurkan kawasan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-26 November 2025 lalu telah menyisakan kesedihan ratusan ribu korban terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved