Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Akses pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan pelik bagi masyarakat adat di wilayah pedalaman Kalimantan, khususnya di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Jarak geografis yang ekstrem, minimnya sarana transportasi, hingga keterbatasan tenaga pendidik seringkali memaksa generasi muda setempat menghentikan ambisi pendidikan mereka lebih dini.
Kondisi ini menciptakan ketergantungan yang tinggi pada sektor pekerjaan tradisional berbasis sumber daya alam.
Menanggapi realitas tersebut, inisiatif strategis mulai dijalankan untuk membuka cakrawala baru bagi masyarakat pedalaman melalui penguatan fondasi pendidikan tinggi dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Salah satu langkah nyata ditempuh oleh PT Bharinto Ekatama (BEK) melalui program pengembangan masyarakat yang menyasar komunitas adat di lingkar operasional perusahaan.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
Community Development Head PT BEK, Kristinawati, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di pedalaman.
"Kami menerapkan standar akademik yang tinggi, seperti IPK minimal 3,25 untuk beasiswa prestasi, guna mendorong budaya kompetisi yang sehat. Selain itu, kami membiayai penuh beasiswa profesi bagi 14 guru untuk menempuh studi di Universitas Terbuka hingga tuntas," jelas Kristinawati.
Program ini dibagi menjadi dua skema: kategori terbuka untuk regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, serta kategori prioritas bagi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Sejak 2022 hingga 2025, program ini telah mencetak lebih dari 300 penerima manfaat.
Para lulusannya kini telah berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kesehatan, hingga tenaga pendidik yang kembali mengabdi di kampung halaman mereka.
"Target kami adalah minimal satu sarjana di setiap kampung. Dengan pendidikan, masyarakat adat memiliki pilihan hidup yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada satu sektor ekonomi saja," tambah Kristinawati.
Ke depan, fokus beasiswa akan diarahkan pada bidang strategis yang sangat dibutuhkan di pedalaman, seperti kedokteran dan keperawatan. Upaya sistematis ini membuahkan apresiasi dalam ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2025.
Namun, bagi pengelola program, penghargaan tersebut hanyalah refleksi dari komitmen jangka panjang untuk menciptakan kemandirian komunitas adat melalui investasi intelektual yang berkelanjutan. (P-5)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved