Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN infrastruktur badan jalan yang rusak akibat banjir besar Sumatra berlangsung sangat lamban. Lalu pasokan bantuan bahan makanan ke kawasan permukiman masyarakat yang terkurung karena jalan longsor, ambles, dan jembatan putus juga tidak menggembirakan.
Padahal pemerintah Indonesia selalu mengeklaim sanggup bahkan sangat mampu menangani efek bencana banjir yang melanda pada 26-27 November bulan lalu. Sayangnya kondisi di lapangan terus berlarut, hingga masyarakat terpaksa menempuh cara mereka sendiri walau bertaruh nyawa.
Di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh misalnya, seorang lelaki bernama Ermayadi, 40, meninggal dunia karena jatuh ke jurang saat melewati jalan ambles di jalur Blang Kejeren-Pining, pada Selasa (23/12).
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Rabu (24/12), Warga Kampung Jawa, Kecamatan Blang Kejeren, Ibu Kota Kabupaten Gayo Lues, tersebut saat itu pulang dari mengantar bahan makan pokok kepada sanak saudaranya yang terisolasi di Kecamatan Pinding, sekitar 40 km dari Blang Kejeren.
Ermayadi, yang mengendara sepeda motor penuh barang pada Selasa kemarin menjenguk saudara-saudara sekeluarga serta membawa bahan pokok. Ia menuju ke lembah terkurung di tengah pengunungan dan harus membelah longsor dan melewati jalur amblas. Bahkan separuh jalan menuju pedalaman terpencil itu harus berjalan laki menyusuri hutan dan menembus lereng bukit.
Sayangnya ketika pulang, seusai di Desa Pepelah, saat melintasi turunan terjal korban terjun ke jurang yang di bawahnya merupakan jalan tergerus dan jembatan rusak.
"Tidak diketahui secara persis bagaimana terjadi. Karena di tengah perjalanan jalur pengunungan. Ketika rombongan lain dan pejalan kaki melintasi lokasi baru mengetahui kecelakaan tunggal itu. Saat warga hendak memberi pertolongan ternyata Ermayadi sudah tiada," tutur Masykur, tokoh masyarat Kecamatan Pinding.
Karena itu, beberapa warga lain yang juga menerobos jalur ekstrem membantu mengevakuasi korban dari jurang hulu jembatan itu.
Begitu mendapat laporan, Bupati Gayo Lues Suhaidi langsung memerintahkan personel BPBD dan petugas medis untuk membawa korban pulang ke rumah duka. Sebelum kejadian, Bupati Suhaidi yang sedang meninjau dampak bencana di Kecamatan Piring itu sempat bertemu di jalan dan berdialog dengan korban.
Bahkan Suhaidi sempat menanyakan kepada Ernayadi dari mana dan hendak ke tempat siapa hingga ia rela menembus medan sulit jalur Pinding-Blang Kejeren.
Budayawan Aceh M Adli Abdullah, berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi keprihatinan warga setelah diterjang banjir akhir bulan lalu. Apalagi kawasan-kawasan pedalaman Aceh yang hingga sekarang masih terkurung tanpa akses jalur darat. Bukan hanya sekedar untuk memasok bahan bantuan, melainkan lebih penting lagi menyelamatkan mereka dari pertaruhan nyawa hanya untuk mencari atau memberikan bantuan logistik kepada sanak saudara. Lalu beberapa hasil bumi seperti buahan, biji-bijian dan produk panen lainnya juga tidak mampu terdistribusi ke pasar luar lokasi.
"Haruskah ekonomi mereka kolaps karena tidak bisa dipasarkan keluar. Padahal hasil mereka sudah berbulan-bulan bahkan ada yang sudah puluhan tahun bercocok tanam," tutur Dosen senior Universitas Syiah Kuala (USK) itu. (MR/E-4)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Inisiatif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB), unit kemanusiaan dan penanggulangan bencana dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
UPAYA pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam terus digenjot dengan dukungan pemerintah pusat.
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu.
MEMASUKI bulan keempat masa pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada November 2025 lalu, bantuan pangan bernutrisi terus mengalir bagi warga terdampak.
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI memulai langkah nyata dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tengah, Aceh.
Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah terdampak bencana dijalankan dengan skema swakelola berbasis gotong royong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved