Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Perbaikan Akses Jalan Lambat, 1 Warga Gayo Lues Tewas Jatuh ke Jurang saat Antar Bahan Pokok ke Kerabat

Amiruddin Abdullah Reubee
24/12/2025 17:28
Perbaikan Akses Jalan Lambat, 1 Warga Gayo Lues Tewas Jatuh ke Jurang saat Antar Bahan Pokok ke Kerabat
Jalur sulit yang harus ditempuh kawasan terkurung Kecamatan Pinding, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

PENANGANAN infrastruktur badan jalan yang rusak akibat banjir besar Sumatra berlangsung sangat lamban. Lalu pasokan bantuan bahan makanan ke kawasan permukiman masyarakat yang terkurung karena jalan longsor, ambles, dan jembatan putus juga tidak menggembirakan.

Padahal pemerintah Indonesia selalu mengeklaim sanggup bahkan sangat mampu menangani efek bencana banjir yang melanda pada 26-27 November bulan lalu. Sayangnya kondisi di lapangan terus berlarut, hingga masyarakat terpaksa menempuh cara mereka sendiri walau bertaruh nyawa.

Di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh misalnya, seorang lelaki bernama Ermayadi, 40, meninggal dunia karena jatuh ke jurang saat melewati jalan ambles di jalur Blang Kejeren-Pining, pada Selasa (23/12).

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Rabu (24/12), Warga Kampung Jawa, Kecamatan Blang Kejeren, Ibu Kota Kabupaten Gayo Lues, tersebut saat itu pulang dari mengantar bahan makan pokok kepada sanak saudaranya yang terisolasi di Kecamatan Pinding, sekitar 40 km dari Blang Kejeren.

Ermayadi, yang mengendara sepeda motor penuh barang pada Selasa kemarin menjenguk saudara-saudara sekeluarga serta membawa bahan pokok. Ia menuju ke lembah terkurung di tengah pengunungan dan harus membelah longsor dan melewati jalur amblas. Bahkan separuh jalan menuju pedalaman terpencil itu harus berjalan laki menyusuri hutan dan menembus lereng bukit.

Sayangnya ketika pulang, seusai di Desa Pepelah, saat melintasi turunan terjal korban terjun ke jurang yang di bawahnya merupakan jalan tergerus dan jembatan rusak.

"Tidak diketahui secara persis bagaimana terjadi. Karena di tengah perjalanan jalur pengunungan. Ketika rombongan lain dan pejalan kaki melintasi lokasi baru mengetahui kecelakaan tunggal itu. Saat warga hendak memberi pertolongan ternyata Ermayadi sudah tiada," tutur Masykur, tokoh masyarat Kecamatan Pinding.

Karena itu, beberapa warga lain yang juga menerobos jalur ekstrem membantu mengevakuasi korban dari jurang hulu jembatan itu.

Begitu mendapat laporan, Bupati Gayo Lues Suhaidi langsung memerintahkan personel BPBD dan petugas medis untuk membawa korban pulang ke rumah duka. Sebelum kejadian, Bupati Suhaidi yang sedang meninjau dampak bencana di Kecamatan Piring itu sempat bertemu di jalan dan berdialog dengan korban.

Bahkan Suhaidi sempat menanyakan kepada Ernayadi dari mana dan hendak ke tempat siapa hingga ia rela menembus medan sulit jalur Pinding-Blang Kejeren.

Budayawan Aceh M Adli Abdullah, berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi keprihatinan warga setelah diterjang banjir akhir bulan lalu. Apalagi kawasan-kawasan pedalaman Aceh yang hingga sekarang masih terkurung tanpa akses jalur darat. Bukan hanya sekedar untuk memasok bahan bantuan, melainkan lebih penting lagi menyelamatkan mereka dari pertaruhan nyawa hanya untuk mencari atau memberikan bantuan logistik kepada sanak saudara. Lalu beberapa hasil bumi seperti buahan, biji-bijian dan produk panen lainnya juga tidak mampu terdistribusi ke pasar luar lokasi.

"Haruskah ekonomi mereka kolaps karena tidak bisa dipasarkan keluar. Padahal hasil mereka sudah berbulan-bulan bahkan ada yang sudah puluhan tahun bercocok tanam," tutur Dosen senior Universitas Syiah Kuala (USK) itu. (MR/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya