Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BRIN Perkuat Akses Air Bersih di Aceh Tamiang Melalui Teknologi Arsinum

Atalya Puspa    
23/12/2025 13:56
BRIN Perkuat Akses Air Bersih di Aceh Tamiang Melalui Teknologi Arsinum
Ilustrasi.(ANTARA/SYIFA YULINNAS)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat akses air bersih dan air minum bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dengan menghadirkan dua unit teknologi Air Siap Minum (Arsinum) Mobile. Kehadiran teknologi tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah karena membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah keterbatasan layanan air pascabanjir.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, mengatakan banjir yang melanda wilayah tersebut sempat melumpuhkan operasional PDAM. Meski kini mulai berfungsi kembali, distribusi air bersih belum mampu menjangkau seluruh kampung secara merata.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada BRIN atas bantuan dua unit Arsinum Mobile. Ini sangat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat, khususnya untuk kebutuhan air bersih,” ujar Syuibun di sela pendistribusian air bersih, Selasa (23/12).

Saat ini, dua unit Arsinum Mobile ditempatkan di lokasi Pemadam Kebakaran Aceh Tamiang, sementara satu titik lainnya masih dalam koordinasi dengan pemerintah daerah. Menurut Syuibun, keberadaan Arsinum sangat membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih dan air minum setelah bencana.

“Masyarakat sangat membutuhkan air bersih pascabanjir. Dengan adanya bantuan BRIN melalui pemerintah daerah, kebutuhan dasar masyarakat dapat terbantu,” katanya.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN sekaligus inovator Arsinum, Wahyu Hidayat, menjelaskan Arsinum Mobile dirancang untuk mengolah air keruh maupun air banjir menjadi air bersih dan air minum dengan kapasitas total hingga 30 ribu liter per hari.

“Alat ini mampu memproduksi sekitar 10 ribu liter air minum per hari. Jika dioperasikan bersamaan, kapasitas produksi air bersih bisa mencapai 20 ribu liter per hari,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, air minum hasil pengolahan Arsinum telah memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan, dengan kadar Total Dissolved Solids maksimal 300 mg/L. Bahkan, kualitas airnya setara dengan air minum kemasan yang beredar di pasaran, dengan TDS di bawah 80 mg/L.

“Air ini lebih ringan dan bisa disesuaikan untuk kebutuhan tertentu. Bagi masyarakat yang belum terbiasa, pH air dapat dinaikkan dengan penambahan kalsium,” ujar Wahyu. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik