Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BNPB Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Agam

Atalya Puspa    
18/12/2025 11:05
BNPB Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Agam
Ilustrasi.(ANTARA/MEGA TOKAN)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Percepatan ini dilakukan untuk memastikan para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sebelum awal tahun 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, lokasi utama pembangunan huntara berada di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Timur. Di lokasi seluas 5.632 meter persegi tersebut, BNPB merencanakan pembangunan huntara dengan konsep barak.

“Setiap unit hunian berukuran 33 meter persegi. Total akan dibangun 117 unit hunian yang terdiri atas 21 unit barak tipe lima hunian dan tiga unit barak tipe empat hunian,” ujar Abdul Muhari, Kamis (18/12).

Selain hunian, kawasan huntara juga akan dilengkapi dengan satu unit pos jaga serta satu unit fasilitas pelayanan kesehatan guna mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

Namun demikian, jumlah unit huntara di lokasi utama dinilai belum mencukupi untuk menampung seluruh pengungsi. Karena itu, BNPB bersama pemerintah daerah menyiapkan dua lokasi tambahan, yakni di Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia Timur, serta Lapangan Bola Jajaran Tantaman di Nagari Tigo Koto Silungkang.

Pembangunan huntara ini berada di bawah komando Dandim 0304/Agam dengan dukungan lintas sektor. BNPB menargetkan seluruh huntara sudah dapat dihuni sebelum 2 Januari 2026, sehingga warga yang saat ini masih mengungsi di Gedung SDN 05 Kayu Pasak dapat segera dipindahkan.

Langkah percepatan ini dinilai krusial mengingat kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada 5 Januari 2026, bertepatan dengan awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.

“BNPB bersama pemerintah daerah terus memastikan pembangunan huntara berjalan sesuai rencana, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana,” pungkas Abdul Muhari. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik